Home » News » Pedagang Ikan Asin Diciduk Polisi Karena Edarkan Sabu-sabu

Pedagang Ikan Asin Diciduk Polisi Karena Edarkan Sabu-sabu



Muara Teweh – M. Hadi, 37, warga Jalan Perarain RT 2 Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan setiap hari berdagang ikan asin secara keliling. Namun, Kamis (2/2/2017) ditangkap Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah. Dugaan, dia sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Pedagang Ikan Asin Diciduk Polisi Karena Edarkan Sabu-sabu

Ilustrasi

“Tersangka diamankan. Termasuk sejumlah barang bukti yang ditemukan saat menumpang truk yang mengangkut bahan bangunan,” kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara (Barut) AKP Tugiyo di Muara Teweh, Kamis (2/2/2017).

Madi yang biasa berdagang ikan asin keliling di sejumlah kecamatan itu ditangkap polisi di Jalan Yetro Sinseng Muara Teweh atau dekat pencucian motor H Udin saat memasuki kota Muara Teweh membawa narkotika jenis sabu dari Kalsel pada Rabu (1/2) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu polisi menerima informasi bahwa pelaku ada di Muara Teweh dengan menumpang truk DA 1124 AI bersama istrinya dan dilakukan penggeledahan pada dasbord ditemukan pipet berisi shabu, dibelakang jok ditemukan bong dan pada tas pakaian terlapor ditemukan satu paket sedang shabu berat 4,44 gram bruto yang dililit lakban hitam.

Baca juga : Polisi Tangkap Lima Warga Prabumlih Saat Pesta Sabu

Selain itu juga diamankan bong bekas air mineral, pipet kaca berisi shabu, plastik berisi plastik klip kecil, handphone Nokia warna hitam, buah korek api mancis, tas warna coklat warna kuning masing-masing satu buah serta satu unit truck mitsubishi DA 1124 AI warna kuning.

“Rencananya hari Kamis ini pelaku berdagang ikan asin di pasar mingguan di Kecamatan Lahei, namun keburu ditangkap tadi malam,” katanya.

Pelaku selama ini sudah menjadi target operasi kepolisian dan sebelumnya pernah ditahan kasus zenith juga di Muara Teweh. Saat ini istri pelaku dan sopir menjadi saksi.

Tugiyo mengatakan Madi dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) jontu 112 (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)