Home » News » Kebijakan Trump Mendapat Dukungan Kepala Keamanan Dalam Negeri AS

Kebijakan Trump Mendapat Dukungan Kepala Keamanan Dalam Negeri AS



Washington DC – Kepala Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat yang baru, John Kelly, membela kebijakan Presiden Donald Trump yang melarang masuk pengungsi dan warga dari tujuh negara dengan mayoritas umat Islam.

Kebijakan Trump Mendapat Dukungan Kepala Keamanan Dalam Negeri AS

Kepala Keamanan Dalam Negeri AS, John Kelly

Pensiunan jenderal marinir ini menegaskan ada keperluan untuk menyingkirkan teroris yang ingin memasuki negaranya.

Menurutnya waktu 90 hari memberi waktu bagi para pejabat untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan sistem imigrasi Amerika Serikat, yang seharusnya sudah dilakukan ‘sejak dulu’. Dia menambahkan tidak mau berjudi dengan nyawa warga AS.

“Beberapa negara mungkin tidak akan dicabut dari daftar dalam waktu dekat. Mereka adalah neagra-negara yang berada dalam berbagai keadaan ambruk,” jelasnya.

Presiden Trump, Jumat (27/01) lalu, mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang masuknya pengungsi selama 120 hari dan warga Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman selama 90 hari.

Dan John Kelly membantah kebijakan imigrasi baru tersebut sebagai larangan bagi umat Muslim dengan mengatakan mayoritas umat Muslim dunia masih bisa memasuki Amerika Serikat.

Baca juga : Saling Tuding, Menlu Iran : “Trump Menunjukkan Sikap Bermusuhan dengan Rakyat Iran”

Perintah eksekutif Presiden Trump ini mendapat penolakan keras di Amerika Serikat serta dikritik sejumlah pemimpin dunia dan memicu unjuk rasa warga di beberapa negara.

Sementara itu, Kevin McAleenan -Ketua Departemen Pabean dan Perlindungan Perbatasan, CBP- dalam konferensi pers mengatakan 720 orang ditahan dan diproses ‘secara manusiawi’ sejak ditebitkannya perintah eksekutif Presiden Trump.

Namun, tambahnya, sebanyak 872 pengungsi sudah mendapat pengecualian dan akan tiba di Amerika Serikat pekan ini karena sudah siap melakukan perjalanan dan mencegah perjalanan mereka akan menimbulkan kesulitan yang tidak semestinya.
(Muspri-sisidunia.com)