Home » News » Hakim MA Temukan Penyimpangan Yang Dilakukan Aparatur Pengadilan

Hakim MA Temukan Penyimpangan Yang Dilakukan Aparatur Pengadilan



Jakarta – Inspeksi mendadak yang dilakukan pimpinan Mahkamah Agung (MA) terhadap empat lingkungan pengadilan di Jakarta pada Kamis (26/1) dengan menggunakan penyamaran tidak sia-sia.

Hakim MA Temukan Penyimpangan Yang Dilakukan Aparatur Pengadilan

Artidjo Alkostar

Hakim Agung Ketua Muda MA Bidang Pidana/Ketua Kamar Pidana Artidjo Alkostar yang turut dalam penyamaran itu mengakui ada penyimpangan yang dilakukan aparatur pengadilan. Saat sidak di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, mereka menemukan adanya transaksi penyimpangan itu di masjid.

“Ada transaksi di masjid, sudah difoto. Ketua PN enggak bisa mengelak lagi,” tandas Artidjo tanpa memerinci lebih lanjut temuan yang ia maksud, ketika ditemui di Gedung MA, Jakarta, kemarin.

Ketua MA Hatta Ali menyebut sidak itu merupakan pengembangan atas fakta-fakta yang ditemukan 10 orang dari Badan Pengawas yang telah dilatih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rencana sidak sudah dirancang 2-3 bulan sebelumnya.

“Ke-10 orang ini sudah dibina dan sudah kerja sama dengan KPK. Mereka disuruh turun duluan,” imbuh Hatta. Ia mengatakan hasil sidak pimpinan MA akan dijadikan bahan evaluasi dalam membuat kebijakan terutama di bidang pengawasan.

Baca juga : Berita Korupsi, Wasekjen PKS Putusan Mahkamah Agung Tidak Masuk Akal

Pada Kamis (26/1), demi melancarkan inspeksi, pimpinan MA melakukan penyamaran sebagai pencari keadilan lengkap dengan atribut dan aksesori agar tidak dikenali. Selain Artidjo dan Hatta, turut pula Ketua Muda MA Bidang Agama/Ketua Kamar Agama Abdul Manan, Ketua Muda MA Bidang Militer/Ketua Kamar Militer Mayjen Timur Manurung, Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Suwardi, dan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin.

Mereka ingin mengetahui bagaimana petugas pengadilan memberikan pelayanan publik di pengadilan. Juga, memastikan tidak ada pungutan liar dan penyimpangan. “Saat itu masih ditemukan (oknum), langsung ditindaklanjuti Bawas untuk diberi sanksi,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur, Senin (30/1).
(Muspri-sisidunia.com)