Home » News » Gubernur Jambi Buka-bukaan Terkait Aksinya di RS Yang Menghebohkan

Gubernur Jambi Buka-bukaan Terkait Aksinya di RS Yang Menghebohkan



Jakarta – Aksi Gubernur Jambi Zumi Zola ketika sidak di RSUD Raden Mattaher pada tengah malam memicu kehebohan dan pro kontra. Sebenarnya, bagaimana kisah hingga akhirnya Zumi sidak dan menyoroti kinerja tenaga medis di Jambi?

Gubernur Jambi Buka-bukaan Terkait Aksinya di RS Yang Bikin Heboh

Zumi Zola saat sidak pada Jumat (20/1/2017)

Zumi Zola buka-bukaan soal aksinya itu saat diwawancarai, Rabu (1/2/2017). Gubernur berusia 36 tahun ini mengatakan bahwa program pelayanan publik sudah menjadi prioritasnya sejak awal dan aksi sidak itu tidak tiba-tiba dia lakukan.

“Pelayanan di rumah sakit pemerintah harusnya jadi acuan, the best-nya. Saat saya jadi gubernur, masuk keluhan ke saya (soal rumah sakit). Tidak ada kata lain, saya bicara dengan direktur RS. Selama 1 tahun, ada perubahan tapi tidak signifikan. Ini tidak bagus, ini urusan nyawa,” kata Zumi.

Baca juga : Jubir Agus Tuding Ahok dan Pengacaranya Lakukan Politisasi Pengadilan

Zumi menuturkan bahwa orang sakit bisa datang ke rumah sakit kapan saja tanpa mengenal waktu. “Ketika saya datang malam itu, kondisinya seperti itu,” imbuhnya.

Zumi mendapati tempat perawatan dan dokter berjaga kosong saat sidak pada Jumat (20/1/2017) lalu. Raut wajahnya mulai terlihat marah saat itu. Ia diberitahu seseorang untuk menuju kamar yang berada dekat meja jaga. Zola pun langsung menggedor pintu kamar dengan emosi. Ruang kamar pun dibuka. Terlihat kamar dalam kondisi gelap. Zola masuk dan sempat menendang tempat sampah sambil berteriak. Ia mendapati beberapa pegawai rumah sakit sedang terlelap tidur.

“Kemarin yang terjadi di RSUD itu, saya tidak serta merta melakukan itu. Ada pro kontra. Kemarin saya ditanya, apa tidak khawatir popularitas turun. Saya terpikir begini, jadi gubernur diberi kepercayaan masyarakat Jambi,” papar Zumi.

Dia mengatakan sebenarnya jumlah tenaga medis di RSUD tersebut cukup untuk melayani pasien. Yang dipermasalahkan oleh Zumi adalah manajemennya.

“Saya sudah bicara dengan IDI, dengan para perawat. Saya jelaskan, jangan sampai kinerja tenaga medis yang bagus ini tercoreng oleh siapapun,” ucap pria yang pernah berkarir sebagai aktor ini.

Zumi bercerita bahwa aksi sidaknya itu sempat disinggung Presiden Joko Widodo ketika rapat dengan para gubernur. “Pak presiden beri apresiasi itu bukan menjadi kebanggaan, tapi itu berarti Pak Presiden memperhatikan ke seluruh Indonesia. Saya sebagai pemimpin harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Ia sadar bahwa aksinya itu memicu perdebatan di masyarakat. Foto-foto sidaknya itu juga tersebar di media sosial. Meski begitu, Zumi tidak mempermasalah komentar-komentar netizen.

“Ketika saya jadi gubernur, saya sudah bersumpah melayani masyarakat. Yang saya lakukan kemarin ada pro dan kontra. Sebelum saya melakukan sidak itu, ada risiko saya akan dicaci, dimaki, dibenci. Orang bisa katakan apa saja di medsos. Biar orang membenci saya, membully saya. Tapi yang penting, masyarakat Jambi saya perjuangkan, sejahtera, dan mendapat pelayanan lebih baik,” tegas Zumi.

(bens – sisidunia.com)