Home » News » Syarjani Abdullah Ditangkap Petugas Gabungan Saat Sembunyi di Plafon Masjid

Syarjani Abdullah Ditangkap Petugas Gabungan Saat Sembunyi di Plafon Masjid



Semarang – Satu dari dua narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan pada Sabtu (21/1/2017) lalu, Syarjani Abdullah (39) berhasil ditangkap petugas gabungan.

Syarjani Abdullah Ditangkap Petugas Gabungan Saat Sembunyi di Plafon Masjid

Gambar ilustrasi

Syarjani, terpidana 15 tahun kasus narkoba itu ditangkap ketika sembunyi di plafon masjid, sekitar 1 km dari Lapas Batu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, Djoni Priyanto mengatakan, Syarjani ditangkap pada Senin (30/1/2017) malam.

Baca juga : Tim Subdit Cyber Crime Distreskrim Tengah Menyelidiki Penyebaran Konten Pornografi

“Masjid itu lokasinya di luar (komplek lapas). Yang bersangkutan (Syarjani) ditangkap (sembunyi) di plafon Masjid,” ungkap Djoni saat dikonfirmasi, Selasa (31/1/2017) pagi.

Pascakembali ditangkap, sebut Djoni, napi Syarjani tidak ditempatkan di Lapas Batu, melainkan di Lapas Besi.

“Ini saya baru mau masuk Nusakambangan, untuk mintai keterangan yang bersangkutan. Mudah-mudahan dari keterangannya, M Husein (napi kabur lainnya) bisa diketahui keberadaannya untuk ditangkap,” lanjut Djoni.

Soal kaburnya Syarjani, Djoni menegaskan akan ada sanksi bagi yang bersangkutan. Dia akan masuk daftar letter F alias register F masuk catatan pelanggaran.

Akibat tindakan itu, Syarjani dipastikan tidak memeroleh hak-haknya di tahun pelanggaran ini. “Misalnya hak mendapatkan remisi, PB (pembebasan bersyarat), dicabut semua,” jelas Djoni.

Diketahui, Syarjani Abdullah merupakan warga asli Aceh, alamat domisili terakhir di Jalan Asem RT 01/RW 02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sementara M Husein (44), adalah terpidana seumur hidup juga karena kasus narkoba. Husein punya alamat tinggal di Punti Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Keduanya kabur usai melakukan salat zuhur bersama di Lapas Batu. Saat apel siang sebelum kembali masuk sel, dua napi itu sudah melarikan diri. (bens – sisidunia.com)