Home » News » Sidang Ahok Hari Ini Akan Mendatangkan 4 Saksi

Sidang Ahok Hari Ini Akan Mendatangkan 4 Saksi



Jakarta – Sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan digelar pagi ini. Terdapat 4 orang saksi yang akan dihadirkan, salah satunya yakni Ketua MUI, Ma’ruf Amin.

Sidang Ahok Hari Ini Akan Mendatangkan 4 Saksi

Ahok ketika memasuki ruangan sidang pada persidangan sebelumnya

Gelaran sidang kembali dilaksanakan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan. Sidang hari ini merupakan sidang ke-8 dan masih menghadirkan saksi-saksi.

Baca juga : Dinilai Tonjolkan Isu Sosial Politik, Pengusaha Kecewakan Hasil Debat Lanjutan Cagub DKI

Ada 4 orang saksi yang akan dihadirkan yaitu Ma’ruf Amin, Zainuddin, Sahfudin alias Beni, dan Dahlia. Nama pertama merupakan Ketua MUI, lalu 2 orang berikutnya adalah nelayan Kepulauan Seribu, dan nama terakhir adalah anggota KPUD DKI Jakarta.

“Kelihatannya (Ma’ruf Amin) itu yang pertama akan didengarkan,” ujar salah satu pengacara Ahok, Humphrey R Djemat, Senin (30/1/2017) malam.

Kemudian, Humphrey menyebut 2 saksi lainnya yaitu Zainuddin dan Sahfudin adalah nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Keduanya hadir ketika Ahok berpidato tentang program-program dan menyinggung soal surat Al Maidah ayat 51.

“Ya, mereka hadir saat pidato Ahok,” kata Humphrey.

Selain itu, ada saksi lainnya yang sudah pernah dipanggil tetapi tidak hadir yaitu Ibnu Baskoro. Dia merupakan saksi pihak pelapor. Namun Humphrey belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan akan hadir atau tidak.

Sementara itu, pihak kepolisian akan menyiapkan 3 ring pengamanan selama sidang berlangsung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kawasan ring 1, yang merupakan lokasi sidang, akan disterilkan dari massa yang pro ataupun kontra.

Tak hanya itu, keamanan untuk ring 2 berada di halaman Kementan. Lalu untuk ring 3, pihak kepolisian akan menutup Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. Pengamanan juga dilakukan untuk menghindari bentrok antara kubu pro dan kontra. (bens – sisidunia.com)