Home » News » Patrialis Mengundurkan Diri, MKMK Masih Pelajari Pelanggaran Kode Etiknya

Patrialis Mengundurkan Diri, MKMK Masih Pelajari Pelanggaran Kode Etiknya



Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat mengatakan bahwa permintaan pergantian Hakim MK kepada Presiden RI Joko Widodo menunggu hasil keputusan dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Jika MKMK menemukan adanya pelanggaran etik berat yang dilakukan Patrialis Akbar, MK akan mengajukan permintaan pergantian tersebut.

Patrialis Mengundurkan Diri, MKMK Masih Pelajari Pelanggaran Kode Etiknya

Ketua MK, Arief Hidayat

“(Pengajuan pergantian Hakim MK) menunggu keputusan majelis kehormatan,” terang Arief, di Gedung MK, Jakarta, Selasa (31/1).

Pembentukan MKMK menjadi penting lantaran itu merupakan prosedur dalam proses pergantian Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Meskipun Patrialis sudah mengundurkan diri, pergantian posisinya tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja. Dalam prosesnya, MKMK akan mendalami apakah ada dugaan pelanggaran etik berat atau tidak oleh Patrialis.

Jika terbukti, MKMK akan mengirim surat rekomendasi bahwa Patrialis patut diberhentikan secara tidak hormat. Setelah itu, MK mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo untuk meminta pengganti Patrialis.

Baca juga : Polisi Temukan Stempel Kemendag dan Kementan Di Kantor Penyuap Patrialis

Arief mengatakan dengan adanya pernyataan pengunduran diri dari Patrialis maka proses pergantiannya bisa lebih cepat. Pasalnya, proses pembuktian adanya pelanggaran etik di MKMK nantinya bisa dilakukan lebih singkat karena tidak memakan waktu berbulan-bulan.

“Ya itu akan lebih mempermudah karena tidak melalui pemeriksaan-pemeriksaan yang berbelit-belit termasuk memeriksa Hakim terduga dan mencari saksi-saksi, karena kalau sudah ada pengunduran diri bisa saja cukup MKMK hanya sidang satu kali sudah selesai,” katanya.

Arief pun mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke Komisi Yudisial terkait permintaan MK agar KY mengirimkan perwakilannya dalam pembentukan MKMK. “Dari kemarin kami sudah ada komunikasi dengan KY, kami sudah mengirim surat dan Ketua atau Sekjen KY sudah berkomunikasi dengan Sekjen MK,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)