Home » News » MUI Sentil Ucapan Ahok Yang Dinilai Tak Dipertimbangkan Terlebih Dahulu

MUI Sentil Ucapan Ahok Yang Dinilai Tak Dipertimbangkan Terlebih Dahulu



Jakarta – Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melontarkan pertayaan kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, apakah pernah berpikir sikap keagamaan yang dikeluarkan MUI akan berpotensi menimbulkan kegaduhan?

MUI Sentil Ucapan Ahok Yang Dinilai Tak Dipertimbangkan Terlebih Dahulu

Ma’ruf Amin

Namun Ma’ruf menjawab, kondisi sudah gaduh sebelum MUI mengeluarkan Keputusan Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI terkait ucapan Ahok tentang Surat Al-Maidah ayat 51.

Baca juga : Pedagang Mengeluh Sidang Ahok Semakin Sepi Massa

“Justru masyarakat sudah marah sebelum MUI buat keputusan itu. Kalau enggak, itu menimbulkan anarki. Justru MUI menyalurkan masalah ini ke proses hukum,” kata Ma’ruf dalam persidangan di Auditorium Kementrian Pertanian, Ragunan, Selasa (30/1/2017).

Ahok menjadi terjadi terdakwa dalam kasus penodaan agama terkait pidatonya saat kunjungan kerja sebagai gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu pada September 2016.

Sementara Ma’ruf Amin menjadi saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum pada persidangan kasus itu.

Ma’ruf mengatakan, MUI tidak memikirkan potensi kegaduhan yang akan timbul. Sebab situasi sudah gaduh karena ucapan Ahok tersebut.

Ma’ruf mengatakan, Ahok yang seharusnya berpikir tentang potensi kegaduhan akibat ucapannya.

“Mestinya yang mempertimbangkan hal seperti itu terdakwa, sebelum ngomong itu mikir dulu menimbulkan akibat apa,” kata Ma’ruf.

Kuasa hukum kemudian bertanya kepada Ma’ruf mengapa MUI tidak melakukan tabbayun atau klarifikasi terhadap Ahok.

Ma’ruf menjelaskan bahwa tabbayun ada banyak jenis. Tabbayun tidak harus selalu bertanya kepada Ahok melainkan juga bisa tabbayun lokasi atau video.

Ma’ruf juga mengatakan, tim sudah melakukan tabbayun terkait dua hal itu. Sementara, klarifikasi terhadap ucapan Ahok dirasakan tidak perlu.

“Karena yang kita bahas itu ucapan dan ucapannya sudah jelas, maka masalah lain enggak perlu,” kata Ma’ruf.

(bens – sisidunia.com)