Home » News » Dituding Terima Imbalan dari Proyek VSAT, Tim Hukum Anies-Sandi Laporkan Kamerad

Dituding Terima Imbalan dari Proyek VSAT, Tim Hukum Anies-Sandi Laporkan Kamerad



Jakarta – Tim hukum pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno melaporkan salah satu pimpinan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) Haris Pertama ke Mapolda Metro Jaya. Haris dilaporkan dengan tuduhan memfintah dan mencemarkan nama baik Anies Baswedan.

Dituding Terima Imbalan dari Proyek VSAT, Tim Hukum Anies-Sandi Laporkan Kamerad

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

“Kami melaporkan karena dia (Haris) telah melakukan pencemaran nama baik dan fitnah kepada Anies Baswedan. Pasal yang kami laporkan adalah Pasal 310 dan 311 KUHP,” ujar salah satu kuasa hukum tim Anies-Sandi, Agus Otto, di Jakarta, Selasa (31/1).

Menurut Agus, fitnah terhadap Anies dilakukan Haris ketika mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/1) lalu.

Saat itu, Haris membagi-bagikan siaran pers kepada para pewarta di KPK yang isinya menuding Anies telah menerima imbalan dari proyek VSAT (very small aperture terminal) di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo).

Dalam orasi di gedung KPK, Haris mengatakan, imbalan sebesar Rp5 miliar tersebut ditransfer pria berinisial YS ke rekening adik Anies yang bernama Abdillah Rasyid Baswedan.

“Siaran pers itu kami jadikan sebagai barang bukti,” ujar Agus.

Baca juga : Pengembang Ragukan Program Rumah DP 0 Milik Anies-Sandi

Wakil Ketua Tim Kampanye Anies-Sandi, Naufal Firman Yusak, mengatakan, siaran pers yang disebar Haris bisa berdampak negatif terhadap kredibiltas Anies di mata publik.

“Fitnah ini jelas mengganggu proses pencalonan Pak Anies karena yang bersangkutan juga menulis semacam imbauan kepada masyarakat agar jangan memilih Anies pada Pilkada nanti. Ini fatal. Menurut kami, upaya penyebaran fitnah ini adalah orderan dari pihak tertentu,” ujarnya.

Tidak tertutup kemungkinan pihak Anies-Sandi juga bakal melaporkan kasus ini ke Dewan Pers. “Karena Haris memberikan pernyataannya ke media, maka besok kami akan ke Dewan Pers untuk meminta pertimbangan,” imbuh Naufal.
(Muspri-sisidunia.com)