Home » News » Sekjen PDIP Mengaku Telah Banyak Berdiskusi Dengan Antasari

Sekjen PDIP Mengaku Telah Banyak Berdiskusi Dengan Antasari



Jakarta – Mantan ketua KPK Antasari Azhar tang datang ke acara debat cagub-cawagub DKI Jakarta menjadi kejutan beberapa pihak. Termasuk Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sekjen PDIP Mengaku Telah Banyak Berdiskusi Dengan Antasari

Antasari Azahar

Hasto mengaku terkejut dengan kedatangan Antasari yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dia mengatakan, pada acara tersebut, Antasari menyampaikan dukungan terhadap Antasari pasangan Ahok dan Djarot.

Baca juga  : Wakil Ketua Komisi I DPR Mengungkapkan Kejanggalan Kasus Penyelundupan Senjata di Sudan

“Saya sendiri sempat kaget begitu pak Antasari datang. Kami tentu saja banyak berdialog. Usai debat beliau dengan mantap menyampaikan dukungan kepada pasangan pak Ahok dan pak Djarot,” ujar Hasto.

Hal itu dikatakannya usai menghadiri pagelaran wayang kulit dalam peringatan HUT ke-44 PDI-P, di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017) malam.

Menurut Hasto, Antasari mengaku terkesan dengan program-program dan kinerja yang diusung pasangan petahana tersebut.

Selain itu, Hasto mengaku Antasari menyatakan antusiasmenya terhadap gagasan-gagasan yang diperjuangkan oleh PDI-P.

“Pak Antasari juga menyatakan kecocokkan dengan gagasan yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan. Memang diadakan penjajakan, upaya pak Antasari untuk bersama dengan PDI-P,” kata Hasto.

Di tempat yang sama, Djarot mengucapkan berterima kasih atas dukungan Antasari kepada Ahok-Djarot. Kedatangan Antasari, kata Djarot, tidak lebih sebagai dukungan dari seorang senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia kepada juniornya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada beliau. Saya kenal Pak Antasari itu sudah lama. Dia senior saya di GMNI,” kata Djarot.

Bagi Djarot, secara pribadi, sosok Antasari mengingatkan agar dirinya membantu masyarakat yang mengalami ketidakadilan kelak terpilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Ketika berbicara dengan Antasari, Djarot mengaku tidak ada pesan khusus yang disampaikan selain soal upaya pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Kalau saya melihat rekam jejaknya beliau mengalami ketidakadilan. Buat saya, pak Antasari itu memberikan penguatan kepada kami untuk melawan ketidakadilan. Itu betul-betul dorongan agar kami berjuang menciptakan keadilan bagi warga Jakarta,” ujarnya.

(bens – sisidunia.com)