Home » News » Relokasi Kedutaan, Palestina Luncurkan Ancaman Pada Israel

Relokasi Kedutaan, Palestina Luncurkan Ancaman Pada Israel



Palestina – Pejabat senior Fatah, faksi yang memerinĀ­tah wilayah Tepi Barat, Palestina, menganĀ­cam menarik pengakuan Otoritas Palestina atas Israel dalam menanggapi rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Relokasi Kedutaan, Palestina Luncurkan Ancaman Pada Israel

Presiden Donald Trump

Selama kampanye pemilu, Presiden AS Donald Trump berjanji memindahkan Kedubes AS ke Jerusalem. Padahal, pemerintahan sebelumnya enggan mengambil langkah tersebut.

Berbicara kepada Stasiun Radio Voice of Palestine, Selasa (24/1), Azzam al-Ahmad, anggota Komite Sentral Fatah, mengatakan Otoritas Palestina (PA) berenĀ­cana mengambil tindakan balasan terhadap relokasi kedutaan.

ā€œSalah satu tindakan itu ialah menarik pengakuan atas negara Israel,ā€ tegas Ahmad. ā€œ(Kami juga akan) menuntut Israel mengakui Palestina sebagai negara dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya.ā€

Pejabat Fatah itu menyatakan Palestina akan meningkatkan perlawanan rakyat damai dalam meresĀ­pons upaya pemindahan kedutaan.

Baca juga : Menhan Israel Menolak Lakukan Perdamaian Dengan Palestina

Sebelumnya, di hari yang sama, Osama Hamdan, juru bicara Hamas, kelompok yang memerintah Jalur Gaza, memperingatkan Presiden Trump agar tidak ā€˜menyiram minyak ke apiā€™ dengan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem.

Jerusalem tetap menjadi inti dari konflik lama antara Israel dan Palestina, yang sama-sama menginginĀ­kan Jerusalem Timur, yang diduduki Israel selama 50 tahun–sebagai ibu kota negara masa depan.

Meskipun Israel mengklaim kota itu sebagai ā€˜ibu kota abadiā€™ sejak menduduki Jerusalem Timur pada 1967, masyarakat internasional tidak pernah mengakui upaya Israel itu. Sampai saat ini, sebagian besar misi diplomatik asing tetap berbasis di Tel Aviv.

Pada Senin (23/1), Gedung Putih mengumumkan ā€˜tidak ada keputusanā€™ yang telah diambil terkait langkah yang direncanakan Trump pada masa kampanye itu. Pejabat kantor Trump mengatakan pembicaraan tentang masalah itu masih dalam ā€˜tahap sangat awalā€™.
(Muspri-sisidunia.com)