Home » News » Jammeh Mengasingkan Diri, Pemerintahan Barrow Akan Tetap Tersandung Masalah

Jammeh Mengasingkan Diri, Pemerintahan Barrow Akan Tetap Tersandung Masalah



Gambia – Presiden baru Gambia Adama Barrow akhirnya kembali ke negerinya kemarin untuk menjalankan tugasnya sebagai presiden sepeninggal mantan presiden Yahya Jammeh yang telah mengasingkan diri pekan lalu.

Jammeh Mengasingkan Diri, Pemerintahan Barrow Akan Tetap Tersandung Masalah

Adama Barrow

Barrow memenangi pemilihan presiden Desember lalu, tetapi kemudian berlindung ke Senegal setelah Jammeh menolak menyerahkan kekuasaan. Jammeh yang telah berkuasa selama 22 tahun akhirnya mundur melalui mediasi para pemimpin Afrika dan diancam intervensi militer.

Barrow dilantik sebagai presiden di Kedubes Gambia di Senegal pada 19 Januari lalu. Namun, menurut juru bicara Barrow, Halifa Sallah, pelantikan Barrow akan segera digelar secepatnya begitu dia kembali ke Gambia.

Barrow berharap akan mendapat penyambutan besar se­tibanya di Banjul, ibu kota Gambia. “Saya kira (penyam­butan) itu bakal yang terbesar dalam sejarah negeri kami,” ujarnya kepada International Business Times UK seperti dikutip BBC.

Dia mengaku sangat gembira dan antusias kembali ke ne­gerinya setelah melalui masa transisi yang sangat sulit. Barrow akan ditemani utusan PBB untuk Afrika Barat, Mohamed ibn Chambas. Dia mengatakan PBB akan menjaga keamanan di negeri bekas koloni Inggris itu.

Baca juga : Menganggap Hidup Adalah Proses, Mantan satpam di London Ini Terpilih Menjadi Presiden di Afrika

Namun, upaya Barrow untuk menjalani pemerintahan bakal tersandung masalah meski Jammeh telah meng­asingkan diri.

Wakil Presiden Fatoumata Jallow-Tambajang yang baru diangkatnya diduga telah ber­usia 67 tahun, dua tahun lebih tua dari batas waktu maksimal yang diperbolehkan untuk mengisi pos tersebut.

Sallah menolak mengonfirmasi laporan itu, tetapi dia mengaku mengetahui laporan tersebut. Penasihat lainnya merekomendasikan proses itu dibahas parlemen. “Saya sudah berbicara dengan Presiden Barrow bahwa begitu banyak kekhawatiran,” kata Sallah.

“Presiden dengan hati-hati menyarankan dibentuknya komite pemeriksaan. Pengangkatan itu sendiri dilakukan dengan iktikad baik berdasarkan fakta-fakta yang ada,” tambah Sallah.
(Muspri-sisidunia.com)