Home » News » Tiga Mahasiswa Meninggal, Rektor UII Mengundurkan Diri Atas Tanggung Jawab Secara Moral

Tiga Mahasiswa Meninggal, Rektor UII Mengundurkan Diri Atas Tanggung Jawab Secara Moral



Yogyakarta – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Harsoyo, mengundurkan diri menyusul meninggalnya tiga mahasiswa UII yang mengikuti Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi UII.

Tiga Mahasiswa Meninggal, Rektor UII Mengundurkan Diri Atas Tanggung Jawab Secara Moral

Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Harsoyo

“Di depan menteri, saya menyatakan mengundurkan diri,” kata Harsoyo seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) M Nasir di Kantor Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V Yogyakarta, kemarin.

Harsoyo mengaku,pengunduran diri itu merupakan tanggung jawab moral atas meninggalnya tiga mahasiswa UII peserta TGC.

Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping Mapala Unisi UII di lereng selatan Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari, menyebabkan tiga mahasiswa meninggal dunia, yakni Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmi Listya Adi.

Kegiatan yang diikuti 34 mahasiswa itu juga menyebabkan 10 mahasiswa mengalami luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit JIH Yogyakarta. Setelah kejadian itu, institusi Mapala UII telah dibekukan.

Baca juga : Tiga Mahasiswa Tewas Saat Kegiatan Pendidikan Dasar Mapala, Ini Tindakan Tegas Rektor UII

Dalam kesempatan itu, Harsoyo menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua korban dan peserta TGC. “Tentu saja proses administrasi harus dilakukan. Jadi, mohon maaf Pak Menteri, ada beberapa hal yang harus saya ta­ngani. Bukan berarti saya tidak mau pergi dari situ (UII),” katanya.

Nasir mengapresiasi pengunduran diri Harsoyo. Dia berpesan agar kasus serupa tidak terulang lagi dan meminta UII mengusut tuntas kejadian itu.

“Saya mengapresiasi langkah tersebut. Namun, saya minta seluruh Mapala Unisi yang terlibat, baik yang ikut dalam kegiatan latihan dasar sebagai panitia maupun yang tidak berangkat, untuk tetap diperiksa,” kata Nasir.
(Muspri-sisidunia.com)