Home » News » Perangi Radikalisme, Presiden Trump Akan Terapkan Teknik Interogasi dengan Waterboarding

Perangi Radikalisme, Presiden Trump Akan Terapkan Teknik Interogasi dengan Waterboarding



Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan keyakinannya bahwa teknik interogasi dengan waterboarding merupakan cara ampuh memerangi radikalisme.

Perangi Radikalisme, Presiden Trump Akan Terapkan Teknik Interogasi dengan Waterboarding

Presiden AS, Donald Trump

Namun, sebelum memberlakukan teknik itu, Donald Trump mengatakan dia akan berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan James Mattis dan Direktur CIA Mike Pompeo tentang apa yang bisa dilakukan untuk memerangi radikalisme.

Trump mengatakan ia akan mendengarkan dan menerima setiap saran, baik dari Mattis maupun Pompeo, untuk menjaga Amerika aman dan mengalahkan teror. “Saya akan mengikuti apa yang mereka katakan, dan jika mereka tidak ingin lakukan, itu baik-baik saja. Jika mereka ingin lakukan, saya akan bekerja untuk mencapai tujuan itu,” kata Trump.

Donald Trump kemudian membandingkan dengan kekejian yang dibuat kelompok teroris ISIS. Menurut dia, jika ISIS bisa melakukannya, kenapa Amerika Serikat tidak.

Dalam wawancara media pertama setelah menjadi presiden, Donald Trump mengatakan teknik penyiksaan waterboarding akan diberlakukan lagi. Waterboarding merupakan penyiksaan sadis dengan menggunakan air, yakni menumpahkan air dengan deras ke arah wajah tersangka yang ditutupi handuk saat interogasi.

“ISIS merekam saat memenggal kepala orang-orang kita dan orang lain. Mereka memenggal kepala orang hanya karena kebetulan mereka Kristen di Timur Tengah. Ketika ISIS melakukan hal-hal yang tak seorang pun pernah dengar sejak zaman Medieval, saya merasa yakin tentang waterboarding,” ujar Trump.

Baca juga : Ikut Aksi ‘Women’s March’, Kerabat Trump Ini Tidak Sampai Ikut Berpidato

Penggunaan kembali praktek waterboarding dan teknik penyiksaan kejam lainnya, atau Enhanced Interrogation Techniques (EITs), yang bertahun-tahun dipraktekkan CIA setelah tragedi 11 September 2001, sebelumnya pernah diutarakan Donald Trump saat kampanye. Teknik penyiksaan tersebut dianggap sebagai penyiksaan kejam dan telah dilarang di bawah undang-undang Amerika Serikat dan hukum internasional.

Pada 2009, Presiden Barack Obama meneken perintah eksekutif yang melarang waterboarding ataupun EITs. Obama menyatakan teknik interogasi menggunakan air, waterboarding, oleh agen Dinas Intelijen CIA yang disahkan mantan presiden George Walker Bush merupakan penyiksaan.

Teknik kontroversial ini telah memicu kecaman dari para aktivis hak asasi manusia internasional terhadap Amerika Serikat dalam kebijakan perang melawan teror yang dilancarkan negara itu.
(Muspri-sisidunia.com)