Home » News » Menghilang Selama 2 Hari, Gadis ABG Ini Ternyata Digagahi Seorang Pemuda

Menghilang Selama 2 Hari, Gadis ABG Ini Ternyata Digagahi Seorang Pemuda



Jakarta – Seorang gadis ABG yang menghilang selama dua hari ini ternyata Digagahi Seorang Pemuda. RKS (18), remaja asal Pucuk, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan menjadi korban pencabulan Muhammad Susilo (24), pemuda asal Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk.

Menghilang Selama 2 Hari, Gadis ABG Ini Ternyata Digagahi Seorang Pemuda

Gambar Ilustrasi

Kasus ini terungkap ketika Suyono, orangtua RKS, yang khawatir saat putrinya tidak pulang selama dua hari. RKS pamit keluar rumah dijemput temannya menumpang sepeda motor Selasa (23/1/2017).

Baca juga : Wajah Polisi Sukabumi Ini Terluka Saat Tangkap Buronan Narkoba

Nyatanya, hingga Rabu (24/1/2017), putrinya tak juga kembali ke rumah. Suyono mulai stres karena kehilangan jejak putrinya.

Ponselnya tidak aktif, sementara Suyono tak banyak tahu siapa teman dekat anaknya. Tak putus asa, Suyono terus mencari keberadaan putrinya.

Akhirnya ia mendapat informasi, RKS berada di rumah Muhammad Susilo di Desa Warukulon, dan menemukannya di sana.

Pelaku Muhammad Susilo yang berhasil ditangkap saat sedang asyik ngopi di warung Jalan Raya Warukulon, Kamis (26/1/2017)

Muhammad Susilo (tiga dari kiri) yang ditangkap saat sedang asyik ngopi di warung Jalan Raya Warukulon. Remaja itu pun langsung diajak pulang. Suyono mencoba merayu putrinya agar mau menceritakan apa sebenarnya yang dilakukan selama dua hari di rumah Muhammad Susilo.

Bagai disambar petir ketika Suyono mendapatkan cerita jujur dari RKS, yang mengakui kalau ia tengah melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dan ternyata, hubungan itu sudah dilakukan sejak Juni 2016, saat ia masih di bawah umur.

“Terakhir hubungan dilakukan Selasa (23/1/2017),”ungkap Kasubag Humas, AKP Suwarta kepada SURYA.co.id, Kamis (26/1/2017).

Pelaku berhasil diamankan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat sedang santai di salah satu warung di jalan raya Warukulon, Kamis (26/1/2017).

Kini ia harus menjalani pemeriksaan intensif di unit PPA. Pelaku mengaku kalau korban merupakan pacarnya sendiri dan berdalih apa yang dilakukan itu didasarkan atas perasaan suka sama suka. (bens – siisdunia.com)