Home » News » Kisah Korban Yang Berani Mengejar dan Menabrak Pelaku Penjambretan Ponselnya

Kisah Korban Yang Berani Mengejar dan Menabrak Pelaku Penjambretan Ponselnya



Surabaya – Sekarang ini banyak dijumpai, orang berkendara tetapi tangannya asyik memainkan telepon seluler (ponsel).

Kisah Korban Yang Berani Mengejar dan Menabrak Pelaku Penjambretan Ponselnya

Ilustrasi

Kebiasaan ini tentu sangat berbahaya, karena bisa melukai, menghilangkan nyawa diri sendiri atau pengguna jalan lain, dan memancing tindak kejahatan.

Lantaran asyik memainkan ponselnya dengan berkendara, konsentrasi pengendara menjadi pecah. Mereka tidak lagi fokus dan sering menjadi korban tindak kejahatan.

Seperti kisah para korban yang dilansir dari Surya, sedikitnya ada tiga aksi kejahatan perampasan ponsel selama Januari 2017 ini. Semua korban sedang berkendara motor, dan pelakunya berhasil ditangkap.

Ketiga kejadian itu, yakni penjambretan ponsel yang dilakukan BS (17) dan MH (17) di kawasan G-Walk Citraland Kecamatan Lakarsantri Surabaya, pada 12 Januari.

Kemudian aksi Ag (17) dan RA (16) di depan RSAL Dr Ramlan Surabaya, Minggu (15/1). Terakhir, aksi FA (23) dan SM (25) di Jl Ketintang Surabaya, 21 Januari 2017 malam.

Yang menarik, dari tiga kejadian itu, semua pelaku tertangkap setelah dikejar korban perampasan.

Bahkan, kejadian di Citraland dan Jl Ketintang, korban berani mengejar dan menabrakkan motornya ke motor pelaku.
Sedang kejadian di depan RSAL Dr Ramlan, pelaku ditangkap korban, dibantu warga dan polisi lalu lintas.

Baca juga : Bingung Cari Uang Untuk Persalinan Istri, Pria di Surabaya Menjambret

Kejadian di Jl Ketintang, misalnya. dialami Rahma Indah yang mengendarai motor Honda Vario L 5238 EQ. Ia bermaksud membeli makanan tidak jauh dari rumahnya. Tetapi, ponsel yang dibawanya dirampas dua pelaku. Menjadi korban penjembretan, tidak membuat Rahma takut.

Sebaliknya, ia tancap gas dan menabrakkan motor yang dinaiki pelaku dari arah belakang. Korban juga berteriak jambret saat mengejar pelaku. Akibatnya tabrakan itu, kedua pelaku jatuh, demikian juga korban.

Warga sekitar pun berdatangan dan membantu korban. Selanjutnya, kedua pelaku ditangkap warga.

Pengakuan Rahma di Polsek Gayungan, aksi beraninya mengejar pelaku itu lantaran tidak ingin ponsel miliknya hilang. Selain itu, suasana jalan ramai karena masih banyak warga.

“Tidak ada rasa takut, begitu hape dirampas langsung kejar dan menabrak motor pelaku. Saat itu yang penting hape bisa didapat kembali,” papar Rahma, seperti diungkapkan petugas Polsek Gayungan yang meminta keterangan.
(Muspri-sisidunia.com)