Home » News » Kelestarian Terumbu Karang Terancam Akibat Punahnya Ikan Hiu

Kelestarian Terumbu Karang Terancam Akibat Punahnya Ikan Hiu



Jakarta – Akibat punahnya ikan hiu, keindahan terumbu karang yang dicari banyak pecinta bawah laut dan diandalkan industri pariwisata dapat terancam . Hewan predator laut yang terancam karena gencar diburu untuk diambil siripnya ini punya peranan penting bagi keseimbangan ekosistem perairan.

Kelestarian Terumbu Karang Terancam Akibat Punahnya Ikan Hiu

Ikan Hiu

Meski tidak berhubungan langsung, hiu dan terumbu karang nyatanya menjadi favorit wisatawan bawah laut. Menurut Dr Imam Musthofa Zainudin dari WWF keduanya saling berkaitan, karena terikat dalam rantai makanan. Jika salah satunya rusak, maka keseimbangan tidak akan terjadi dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.

Baca juga : Terjebak di Dalam Kamar Kos Putri Saat Mencuri, Seorang Pemuda Dihajar Warga

“Terumbu karang adalah makanan bagi ikan-ikan kecil yang pada ujung rantai makanan akan berakhir ke hiu. Kalau hiu sebagai rantai makanan teratas hilang, maka akan ada blooming ikan pemakan terumbu karang. Akibatnya, terumbu karang akan habis dimakan,” jelasnya, dalam diskusi berjudul “Menghilangkan Hiu dari Menu” di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Rusaknya terumbu karang lama kelamaan bukan hanya akan membuat ikan kecil kemudian kehilangan makanannya atau tidak bisa dilihat lagi oleh manusia. Lebih buruknya lagi, kerusakan terumbu karang akan sebabkan abrasi yang berdampak pada manusia.

“Terumbu karang selama ini menjaga agar gelombang laut tidak menyebabkan abrasi di pantai, yang bisa membuat pemukiman pinggir pantai banjir atau merusak ekowisata di laut. Jadi, keseimbangan ekosistem ini penting. Kalau ada satu rantai makan yang sakit, maka seluruh rumah akan terganggu,” tuturnya.

Menurut data WWF dari penelitian sejak 2010, sudah seperempat hiu terancam punah dan berkurang sangat signifikan, yaitu dengan 150 dari 480 spesies hiu terancam punah. Penyebab dari ancaman tersebut adalah konsumsi sirip hiu yang masih populer di beberapa negara di dunia.

Ini termasuk Indonesia, sebagai habitat hiu terbesar, yang juga menyumbang ancaman karena aktivitas perikanan yang banyak menangkap hiu dengan 72 persennya karena ketidaksengajaan.