Home » News » Kadernya Dapat Peringkat Popularitas Ketiga, Partai Lain Mulai Melirik PAN Untuk Pilkada Jabar 2018

Kadernya Dapat Peringkat Popularitas Ketiga, Partai Lain Mulai Melirik PAN Untuk Pilkada Jabar 2018



Malang – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Suparno mengatakan bahwa partainya mulai banyak mendapat lamaran dari partai lain untuk bersama-sama mengajukan calon kepala daerah pada Pilkada Jawa Barat 2018. Lamaran itu datang karena tingginya popularitas yang dimiliki oleh kader PAN, Desy Ratnasari.

Kadernya Dapat Peringkat Popularitas Ketiga, Partai Lain Mulai Melirik PAN Untuk Pilkada Jabar 2018

Kader PAN, Desy Ratnasari

Belum lama ini, Indonesia Srategic Institute (Instrat) melansir 13 nama bakal kandidat gubernur Jawa Barat berdasarkan popularitas. Hasilnya, Desy Ratnasari menempati posisi ketiga dengan tingkat popularitas 86,9 persen.

Survei yang sama menempatkan Deddy Mizwar dengan tingkat popularitas 94 persen dan Dede Yusuf 89,7 persen.

Selain itu, ada nama Ridwan Kamil (80,4 persen), Rieke Diah Pitaloka (69,2 persen), Dedi Mulyadi (57,6 persen), Netty Heryawan (26,5 persen), Uu Ruzhanul Ulum (24,3persen), Puti Guntur Soekarnoputri (19,3 persen), Bima Arya Sugiarto (18,3 persen), TB Hasanuddin (8,3 persen), Tate Qomarudin (6,1 persen), dan Haris Yuliana.

“Alhamdulillah sekarang saja Desy belum turun (ke daerah) secara agresif, ini saja sudah dilamar oleh banyak calon gubernur yang ada,” kata Eddy saat menghadiri peresmian Kantor DPD PAN Kota Malang, Rabu (25/1/2017) malam.

Eddy enggan menyebutkan partai apa saja yang sudah datang untuk mengajaknya berkoalisi. “Banyak, dari kuning ada, dari merah ada, dari hijau ada,” kata dia.

Baca juga : Deddy Mizwar Klaim Dirinya Cocok Jika Berpasangan dengan Ridwan Kamil

Hingga kini, PAN belum memutuskan untuk mendorong Desy dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Menurut Eddy, PAN di Jawa Barat memiliki banyak kader yang potensial untuk diusung dalam Pilkada.

Selain Desy, PAN juga punya kader andalan, seperti Primus Yustisio dan Bima Arya, yang saat ini menjadi Wali Kota Bogor.

“Tiga-tiganya ini untuk bulan-bulan ke depan kita akan minta turun ke lapangan, turun ke daerah menyosialisasikan dirinya. Nanti pada akhir 2017 kita bikin survei. Kalau elektabilitasnya tinggi, tentu kita akan dorong untuk maju di Pilgub Jawa Barat,” kata Eddy.

Untuk mengajukan calon di Pilkada Jabar, PAN harus berkoalisi dengan partai lain sebab hanya memiliki empat kursi di DPRD Jawa Barat. Karena itu, PAN juga akan realistis dalam mengajukan calon apabila partai lain dalam koalisinya memiliki jumlah kursi lebih banyak.
(Muspri-sisidunia.com)