Home » News » Tak Sengaja Tabrak Pedagang Air Mineral, Pihak PT TransJ Tetap Bertanggung Jawab

Tak Sengaja Tabrak Pedagang Air Mineral, Pihak PT TransJ Tetap Bertanggung Jawab



Jakarta – Pedagang air mineral bernama Gugun tertabrak bus TransJakarta di kawasan Polda Metro Jaya dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak TransJakarta menyebut pedagang tersebut menyeberang tiba-tiba.

Tak Sengaja Tabrak Pedagang Air Mineral, Pihak PT TransJ Tetap Bertanggung Jawab

Dirut PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono

“Peristiwa itu terjadi akibat pedagang menyeberang tiba-tiba yang hendak menghampiri kerumunan massa yang berunjuk rasa,” kata Humas TransJakarta Wibowo, seperti yang dilansir dari detikcom, Senin (23/1/2017) lalu.

Korban saat itu hendak menyeberang ke kawasan demonstrasi. Namun nahas, dagangannya tersenggol bus dan korban kemudian terjatuh.

“Karena jarak yang terlalu dekat, maka bus menyerempet dus air mineral yang dibawa pedagang. Kemudian korban terjatuh ke separator,” ujar Wibowo.

Namun kini kondisi Gugun membaik setelah mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit.

“Berdasarkan laporan kemarin bahkan sudah dioperasi ya dan saya bergembira hasilnya katanya lebih baik,” ujar Budi Kaliwono di kantornya, Jl Letjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2017).

Baca juga : Transjakarta Symphony Terbuka Untuk Para Pengamen Jalanan

Pihaknya sebagai pengelola bus TransJ dan operator Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD), lanjut Budi, akan bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan pedagang itu sampai sembuh.

“TransJakarta sudah mengambil sikap bersama dengan operator PPD dalam hal ini, kami dampingi terus ya. Sementara ini kami yang tanggung biaya, kami yang bayarin dulu berdua dengan PPD ini. Supaya ini menjadi pelajaran buat kita semua bahwa kecelakaan ini tidak kita harapkan ini musibah yang memang kita harus hadapi sama-sama,” jelas dia.

Sementara PT TransJ melakukan investasigasi internal terhadap pramudi bus TransJ yang membuat pedagang air itu tertabrak busnya.

“Pasti ada tindakan. Kalau sampai ekstrem memang ini berupa kesengajaan akan dipecat. Kita nggak tahu. Saya pernah juga pada suatu kondisi busnya lurus kebetulan penyeberang yang menabrak. Tapi konteks ini kita belum tahu nih, kita masih pelajari lagi. Sopir masih, kalau berdasarkan dari kamera, bus itu pelan, nggak kencang,” tuturnya.
(Muspri-sisidunia.com)