Home » News » Pembawa Merah Putih Beraksara Arab Berterima Kasih Pada Ustad Arifin Ilham

Pembawa Merah Putih Beraksara Arab Berterima Kasih Pada Ustad Arifin Ilham



Jakarta – Pelaku dugaan penghinaan lambang negara, Nurul Fahmi mengucapkan terima kasih kepada pimpinan majelis Adz Zikra, Arifin Ilham yang telah menjadi penjamin dalam permohonan penangguhan penahanannya di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Pembawa Merah Putih Beraksara Arab Berterima Kasih Pada Ustad Arifin Ilham

Nurul Fahmi bersama Ustad Arifin Ilham

“Terima kasih buat guru saya tercinta ustadz Arifin Ilham, yang telah menjamin saya. Semua ini berkah dari Al quran,” ujar Nurul di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Baca juga : Jaksa Menilai Tak Masalah Saksi di Sidang Ahok Terkait Dengan Parpol

Fahmi juga berterima kasih pada kepolisian karena telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya serta perlakuan baik yang diterimanya selama empat hari ditahan. “Pak Kapolri terima kasih atas penangguhan, Pak Kapolda, Pak Kapolres, Pak Kasat, Pak Kanit dan semua bapak penyidik yang telah kooperatif pada saya, sahabat- sahabat saya yang di manapun berada terima kasih atas doa segalanya untuk saat ini,” katanya.

Fahmi menjelaskan bahwa ia membawa bendera merah putih dengan coretan tulisan Arab itu tanpa mengetahui bahwa hal itu melanggar hukum. “Hanya semangat nasionalis, semangat berjuang bersama,” ujar Fahmi.
Usai diwawancara, Fahmi dan Arifin Ilham beranjak menuju Masjid Nur Abu Wizar yang berada di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Di sana, selain melaksanakan salat Zuhur bersama, keduanya juga sempat melakukan sujud syukur sebanyak dua kali.

Fahmi ditangkap polisi beberapa waktu lalu di Pasar Minggu. Fahmi merupakan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang ikut berunjuk rasa di depan Mabes Polri, Senin (16/1/2017). Ia merupajkan pembawa bendera merah putih yang bertuliskan tulisan arab dengan lambang dua pedang bersilangan di bagian bawahnya.

Usai ditangkap, Fahmi langsung ditahan dan dimintai keterangannya di Polres Jakarta Selatan. Ia dijerat Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (bens – sisidunia.com)