Home » News » Guru SMA di Tabanan Mengaku Menjadi Korban Pelecehan Remas Pantat

Guru SMA di Tabanan Mengaku Menjadi Korban Pelecehan Remas Pantat



Jakarta – Seorang wanita yang merupakan guru kontrak di salah satu SMA di Tabanan menjadi korban tindak pelecehan seksual. Korban yang berinisial TY (25) diremas pantatnya saat sedang mengendarai sepeda motor Minggu (22/1/2017) malam.

Guru SMA di Tabanan Mengaku Menjadi Korban Pelecehan Remas Pantat

Gambar iluistrasi

Bu Guru TY tinggal di wilayah Desa Denbantas. Kini, dia mengalami lebam selebar 6 sentimeter pada bagian pangkal paha kanan dan trauma.

TY menuturkan, mulanya dia naik sepeda motor sendirian karena hendak membeli bubur ayam untuk suaminya yang sedang sakit. Namun, tiba-tiba ketika belok kanan dari Jalan Yos Sudarso memasuki Jalan KS Tubun, ada sepeda motor sejenis Honda Beat berwarna putih yang langsung memepetnya.

Ternyata penumpang Honda Beat itu langsung meremas bagian pantatnya Bu TY. Namun, remasan itu mengenai pangkal paha kanannya.

Pelaku pun langsung mengibrit. “Saya bahkan tidak tahu kalau ada orang itu di belakang saya karena dia tidak menyalakan lampu sepeda motornya,” katanya.

Selain itu, kata Bu TY, kondisi jalan memang gelap. Dia juga tidak sempat melihat pelat nomor kendaraan pelaku.

Hanya saja korban mengingat ciri-ciri pelaku. Yakni membawa tas ransel, menggunakan jaket hitam, celana jins panjang, helm hitam, serta berperawakan sedang.

TY menambahkan, dirinya tidak menyangka jika akan menjadi korban pelecehan sehingga saat kejadian korban sangat kaget beruntung dirinya masih bisa mengendalikan laju kendaraannya. “Soalnya waktu itu saya pakai rok panjang selutut, tidak pakai celana pendek,” tambahnya.

(bens – sisidunia.com)