Home » News » Berlangsung Secara Tertutup, Ahok-Djarot Kunjungi Mantan Presiden Ketiga RI

Berlangsung Secara Tertutup, Ahok-Djarot Kunjungi Mantan Presiden Ketiga RI



Jakarta – Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, sowan ke Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, di Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017) malam.

Berlangsung Secara Tertutup, Ahok-Djarot Kunjungi Mantan Presiden Ketiga RI

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat bersama mantan Rektor UGM dan Ketua The Habibie Center Sofyan Effendi, di Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan

Basuki atau Ahok tiba di kediaman Habibie sekitar pukul 19.00. Dia disambut oleh mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sofyan Effendi.

Sementara itu, Djarot tiba sekitar pukul 19.20. Setelah Djarot tiba, Habibie baru menemui pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan dua tersebut.

Bertemu Habibie, Ahok-Djarot langsung menyalami dan mencium pipi kanan dan kiri mantan Menteri Riset dan Teknologi tersebut.

“Ini sowan. Waktu itu janji sama beliau (Habibie) pas pulang dari Jerman, kami mau mampir lagi,” kata Ahok.

Perbincangan dilakukan di sebuah ruang keluarga. Pertemuan antara Habibie bersama Ahok-Djarot dan Sofyan berlangsung hangat.

Baca juga : Ahok Menilai Apa Yang Disampaikan Oleh Saksi Dipersidangan Adalah Fitnah

Hingga kini pertemuan masih berlangsung. Sayangnya pertemuan ini bersifat tertutup untuk wartawan sehingga masih belum jelas apakah maksud sebenarnya dari kunjungan Ahok-Djarot ke kediaman Mantan Presiden Ketiga RI tersebut, apakah hanya kunjungan silaturrahmi biasa atau memang ada unsur politiknya juga ?

Pernyataan ini timbul mengingat kini Ahok-Djarot masih dalam masa kampanye untuk pemilihan Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017.

Tak hanya itu, hingga saat ini Ahok sendiri juga masih dalam proses persidangan atas kasus dugaan penistaan agama yang menjeratnya. Sidang kasus dugaan penistaan agama ini dijadwalkan akan dilanjutkan pada Selasa, 31 Januari. Agenda selanjutnya masih pemeriksaan saksi-saksi, kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi. Dengan alotnya proses persidangan ini, diperkirakan keputusan tidak akan dicapai sebelum pemilihan kepala daerah serentak 15 Februari mendatang.
(Muspri-sisidunia.com)