Home » News » 7 Tahanan Kasus Narkoba Kabur Dengan Cara Menjebol Tembok Penjara

7 Tahanan Kasus Narkoba Kabur Dengan Cara Menjebol Tembok Penjara



Jakarta – Sebanyak tujuh tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melarikan diri. Para tahanan kabur dengan cara membobol tembok kamar mandi. Padahal tembok tersebut cukup tebal. Para tahanan membobol tembok bercat warna putih itu hingga lubangnya bisa dilalui.

7 Tahanan Kasus Narkoba Kabur Dengan Cara Menjebol Tembok Penjara

Lubang yang digunakan untuk kabur para tahanan

Berdasarkan pengecekan kamera CCTV, Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan para pelaku berada di ruang tahanan nomor 5. Mereka membobol tembok sejak pukul 00.00 WIB.

Baca juga : Hutan Terbakar, Gubernur Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap

“Pukul 04.15 WIB baru kebobol itu pintu kamar mandinya, dari situlah keluar tujuh orang ini. Tiga orang tahanan narkotika jenis sabu dan empat dari ganja,” kata Eko di gedung Direktorat IV Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

Eko menngatakan, para tahanan tersebut menggunakan batang besi sepanjang sekitar 30 cm. Usai tembok jebol, para tahanan lari dan memanjat dinding setinggi 2,5 meter di belakang Rumah Sakit Otak, yang berdampingan dengan gedung Direktorat IV Bareskrim. Mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk melarikan diri.

“Kami temukan besi 30 cm di belakang tembok kamar mandi, diduga batangan besi itu didapat dari patahan batangan besi yang sudah lama atau dia mengambil dari atas situ yang sudah patah,” ujarnya.

Diketahui, dari tujuh tahanan yang kabur itu, tiga tersangka kasus sabu atas nama Azizul alias Izul (30), Ridwan R alias Rambe (22), dan Cai Chang alias Antoni (49). Sedangkan empat tahanan lainnya, yang merupakan tersangka kasus ganja, adalah Anthony alias Ridwab (33), Amiruddin alias Amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34). (bens – sisidunia.com)