Home » News » Tembakau Gorilla : Tembakau Biasa Namun Dimasukkan Kategori Narkotika Jenis Satu

Tembakau Gorilla : Tembakau Biasa Namun Dimasukkan Kategori Narkotika Jenis Satu



Jakarta – Tembakau gorila kini telah masuk dalam golongan narkotika jenis satu. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 2 Tahun 2017 yang disahkan pada 12 Januari 2017.

Tembakau Gorilla : Tembakau Biasa Namun Dimasukkan Kategori Narkotika Jenis Satu

Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus narkotika jenis Gorilla di kantor Polda Metro Jaya

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan tembakau gorila sebenarnya hanya tembakau biasa yang diberi zat kimia sintetis bernama 5-fluoro-ADB, tapi zat ini bisa menyebabkan efek adiktif bagi penggunanya.

“Bisa kehilangan kesadaran, kecanduan, dan menimbulkan tindak pidana seperti mencuri dan lainnya,” kata Nico di Polda Metro Jaya kemarin, Minggu (22/1/2017).

Sebelum ditetapkan dalam peraturan menteri, ujar NICO, tembakau yang dikenal dari kemasannya bercap Temakau Super Cap Gorilla itu dijual bebas di akun media sosial. “Penggunanya mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja,” ujar Nico.

Menurut Nico, produsen tembakau campuran ini diduga berasal dari luar negeri. Nico mengatakan, saat ini timnya sedang mendalami dan berkoordinasi dengan ekspedisi untuk mengetahui di mana tembakau gorila dibuat. “Kami akan pastikan ini dari dalam atau luar negeri,” kata Nico.

Baca juga : Bandar Tembakau Gorilla Jual Barang Dagangannya Melalui Instagram

Menyadari bahaya tembakau gorila, Nico mengimbau para pengedarnya agar menghentikan aktifitas jual-belinya. Nica mengancam tak akan segan-segan menembak bandar yang tak kooperatif. “Apabila bandar melawan, akan kami tembak,” ucap Nico.

Untuk mencegah meluasnya tembakau gorila ini, Nico mengatakan, timnya akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. “Supaya masyarakat, apapun profesinya, tidak menggunakan lagi,” ujar Nico.

Pada pekan lalu, penyidik Ditresnarkoba menangkap tiga orang pengguna dan pengedar narkotika cap gorila. Mereka adalah TST, AAF, dan MY. Metode penjualan yang dilakukan adalah melalui akun instagram.
(Muspri-sisidunia.com)