Home » News » Sejumlah Media di AS Dapat Serangan dari Presiden Trump Akibat Pemberitaan Pelantikan yang Dianggap Tidak Benar

Sejumlah Media di AS Dapat Serangan dari Presiden Trump Akibat Pemberitaan Pelantikan yang Dianggap Tidak Benar



Washington DC – Donald Trump lagi-lagi melancarkan serangannya terhadap media di Amerika Serikat, meski telah resmi menjabat Presiden Amerika Serikat. Kali ini, Trump marah atas pemberitaan media terhadap upacara pelantikannya.

Sejumlah Media di AS Dapat Serangan dari Presiden Trump Akibat Pemberitaan Pelantikan yang Dianggap Tidak Benar

Foto udara ini membandingkan upacara pelantikan Barack Obama dan Donald Trump. Di sebelah kiri, suasana pelantikan Trump (2017) sementara foto sebelah kanan adalah suasana pelantikan Barack Obama 2009

Saat berkunjung ke markas Central Intelligence Agency di Langley, Virginia, Trump mengungkapkan kekesalannya karena diberitakan bahwa masyarakat AS tidak antusias mengikuti inaugurasi yang mengesahkannya sebagai presiden ke-45.

“Saya sedang berpidato. Saya kemudian melihat ada jutaan, sekitar 1,5 juta orang,” ucap Trump, seperti dilansir dari AFP, Minggu (22/1/2017).

“Namun, mereka (media) memperlihatkan tanah lapang yang seperti tidak ada orang di sana, dan mereka mengatakan, Donald Trump tidak disambut baik,” kata dia.

Menurut mantan pengusaha properti tersebut, salah satu jaringan televisi memang ada yang menyatakan bahwa pelantikan disaksikan 250.000 orang. Trump menilai, itu bukan jumlah yang sedikit.

“Itu tidak jelek, tetapi itu sebuah kebohongan,” ujarnya.

Menurut Trump, masyarakat AS antusias mengikuti proses inaugurasi. Bahkan, Trump mengaku melihat massa memadati jalan dari Capitol Hill hingga sekitar 20 blok ke arah Washington Monument.

Tidak hanya Trump, serangan terhadap media juga dilancarkan Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer. Dalam konferensi pers pertama di Gedung Putih, Spicer menyerang wartawan atas tuduhan “berita palsu”.

“Itu merupakan massa terbesar yang menyaksikan proses inaugurasi. Titik!” kata Spicer, dengan suara tinggi dan keras.

“Upaya untuk mengecilkan antusiasme terhadap proses inaugurasi jelas memalukan dan salah,” ucapnya.

Setelah itu, Spicer pun meninggalkan ruangan konferensi pers tanpa memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya.

Baca juga : Jadi Presiden AS, Apakah Menu Makanan Favorit Donald Trump ?

Otoritas keamanan di Washington sendiri menyatakan, massa yang menghadiri inaugurasi terdiri dari 800.000 hingga 900.000 orang. Namun, jumlah ini jauh lebih sedikit ketimbang pelantikan Presiden Barack Obama pada 2009, yang mencapai lebih dari dua kali lipat massa pelantikan Trump.

Sebuah foto udara menunjukkan bahwa pelantikan Obama memang lebih banyak menarik perhatian ketimbang Trump.

Foto udara prosesi pelantikan Trump memang diambil 26 menit lebih awal ketimbang saat pelantikan Obama. Namun, perbedaan besar sudah terlihat dari jumlah warga yang hadir di depan Gedung Capitol.

Data resmi menunjukkan, jumlah warga yang hadir dalam pelantikan Barack Obama pada 2009 sekitar 1,8 juta orang.
(Muspri-sisidunia.com)