Home » News » Pasar Senin Terbakar, Pedagang Gelar Dagangannya Dipinggir Jalan

Pasar Senin Terbakar, Pedagang Gelar Dagangannya Dipinggir Jalan



Jakarta – Medis, salah satu pedagang yang menjadi korban terbakarnya Pasar Senen Blok III dan membuka lapak barunya di trotoar.

Pasar Senin Terbakar, Pedagang Gelar Dagangannya Dipinggir Jalan

Pedagang Gelar Dagangannya Dipinggir Jalan

“Celananya dua puluh ribu aja! Enggak ambil untung! Modalnya udah kebakar!” teriak Midis, Minggu (22/1/2017).

Midis hanyalah satu yang ratusan pedagang yang kini menggelar lapak seadanya di trotoar depan Pasar Senen yang terbakar pada Kamis (19/1/2017). Mereka bersahut-sahutan, membanting harga semurah-murahnya agar tetap bisa menyambung hidup pasca-dagangannya ludes dilahap api.

Baca juga : Jadi Presiden AS, Apakah Menu Makanan Favorit Donald Trump ?

“Ya mau gimana lagi? Masa mau berhenti dagang?” kata Midis saat ditanya soal alasannya berjualan di pinggir trotoar.

Midis dulunya memiliki sebuah toko di Blok III yang menjual celana laki-laki bekas beserta sabuknya. Jika satu celana di toko dijual Rp 30.000 hingga Rp 50.000, saat ini barang itu ia jual murah. Kata dia, ini dilakukan untuk memanfaatkan pembeli yang tahu bahwa harga akan turun pasca-kebakaran.

“Alhamdulillah biar di trotoar masih banyak yang belanja ya,” ucapnya.

Rozak yang menjual pakaian perempuan juga tak berlarut-larut menangisi terbakarnya toko yang ditempatinya sejak lima tahun silam. Ia mengatakan, pada Kamis pagi itu, ia tak seperti pedagang lainnya yang sibuk berusaha menyelamatkan barang dagangan.

“Saya sudah tahu pasti habis kayak waktu kebakaran yang sebelumnya, mana bisa diselametin. Saya malah sibuk nyari rak sama terpal, pesan langsung satu bal,” kata Rozak.

Satu bal yang berisi 80 kilogram pakaian itu kini dijualnya di pinggir jalan. Rozak dan ratusan pedagang lainnya tak punya pilihan selain memakan separuh badan jalan untuk berjualan.

Meski kemacetan timbul akibat pedagang tumpah ruah di jalan ini, para pengendara tak membunyikan klakson mereka.

Midis, Rozak, dan pedagang lainnya mengatakan, saat ini mereka belum berniat pindah ke tempat relokasi di Blok V.

Beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk mendapat tempat tersebut. Di, pemburu pakaian bekas enggan berbelanja di sana.

“Selama belum diusir ya artinya boleh dong dagang di sini dulu,” kata Rozak.

(bens – sisidunia.com)