Home » News » Motif Pembunuhan Pengusaha Tembak Berhasil Diungkap

Motif Pembunuhan Pengusaha Tembak Berhasil Diungkap



Jakarta – Penyidik Polresta Medan dan Polda Sumatera Utara berhasil Motif dibalik pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (43), pengusaha senjata airsoft gun yang ditembak di depan tokonya, di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Kota Medan, Rabu (18/1/2017).

Motif Pembunuhan Pengusaha Tembak Berhasil Diungkap

Gambar ilustrasi

Dari hasil pemeriksaan terhadap enam orang yang berhasil ditangkap, diketahui aksi penembakan hingga tewas itu dilatarbelakangi dendam salah seorang tersangka kepada Kuna.

Baca juga : Banjir Akibat Luapan Sungai Cijangkelok, Hewan Ternak Hanyut Terbawa Arus

“Otak pelaku penembakkan ini adalah RJ, yang sudah kita tangkap di Jambi. Beliau seorang pengusaha tambang yang memiliki dendam pribadi terhadap pelaku. Beliau kemudian meminta bantuan tersangka lain untuk mengeksekusi korban,” ujar Kombes Nur Fallah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Minggu (22/1/2017).

Fallah menjelaskan, untuk melampiaskan dendamnya, tersangka RJ meminta bantuan kepada rekannya Rawindra alias Rawi (40) untuk mencari eksekutor dan merencanakan pembunuhan itu. Rawi kemudian merekrut Jo Hendal alias Zen (41), yang kemudian mengambil peran sebagai pembawa motor. Sedangkan untuk pelaku penembakkan, Rawi merekrut Putra (31).

Sementara dua tersangka lain yakni Chandra alias Ayen (38) warga Medan Petisah, Kota Medan dan Jhon Marwan Lubis alias Ucok (62), warga Jalan Sei Deli, Medan, masing-masing berperan sebagai penyimpan senjata yang digunakan untuk menembak korban.

Fallah mengungkapkan atas keterlibatan para tersangka lain dalam kasus pembunuhan tersebut, RJ menjanjikan imbalan senilai Rp2,5 miliar. Ia pun telah melakukan pembayaran awal sebesar Rp50 juta.

“Rp50 juta itu untuk pembayaran awal kepada eksekutor. Rp30 untuk yang menembak dan Rp20 juta untuk yang membawa sepeda motor,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho mengatakan komplotan pembunuh ini berhasil diungkap setelah Polisi meringkus M Muslim dan Wahyudi alias Culun, tersangka pelaku penyerangan terhadap salah seorang karyawan Kuna bernama Wiria, yang dilaporkan ke Polrestabes Medan.

“Sebenarnya pada waktu itu targetnya juga Kuna, tapi yang kena malah karyawannya. Korbannya atas nama Wiria, juga meninggal dunia,” tandasnya.

(bens – sisidunia.com)