Home » News » Lengahnya Pengamanan, Dua Napi Lapas Batu Nusakambangan Kabur

Lengahnya Pengamanan, Dua Napi Lapas Batu Nusakambangan Kabur



Jakarta – Dua narapidana kasus narkoba, M Husein (43) dan Syarjani Abdullah (40) melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/1/2017).

Lengahnya Pengamanan, Dua Napi Lapas Batu Nusakambangan Kabur

Gambar ilustrasi

M Husein diketahui merupakan warga Punti Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Ia dihukum 13 tahun penjara karena kasus kepemilikan narkoba. Sementara itu, Syarjani yang juga divonis lima tahun bui itu merupakan warga Jalan Asem RT 01/RW 02, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga : Polda Metro Jaya Akan Kawal Massa FPI Saat Pemeriksaan Rizieq Shihab

“Kasusnya narkotika, Husein dihukum kurungan seumur hidup. Sedangkan Syarjani dihukum 5 tahun penjara dengan sisa kurungan 3 tahun,” ujar Kepala Lapas Batu Abdul Aris, Minggu (22/1/2017).

Kaburnya dua napi itu bermula saat keduanya melaksanakan ibadah salat Zuhur di Masjid Lapas Batu pada pukul 12.00 WIB. Tak lama berselang, tepatnya pada pukul 14.00 WIB, petugas yang mengecek tak melihat keberadaan keduanya di kamar masing-masing.

Kamera pengintai (CCTV) pun dioptimalkan. Petugas memonitor lewat kamera tersebut namun sekira pukul 13.20 WIB hingga pukul 16.00 WIB batang hidung kedua pelaku tak terlihat.

Akhirnya petugas melakukan penyisiran dan pengejaran, baik melalui jalur darat maupun laut guna mencari dua napi itu. Petugas lapas juga sudah berkoordinasi dengan piahk keamanan lainnya seperti Polres Cilacap, Kodim 0703/Cilacap, Pangkalan TNI AL, Kopassus dan masyarakat sekitar.

Selain itu, petugas juga telah menyebarkan foto dan identitas dua napi yang kabur dengan harapan masyarakat mudah mengenali dan dapat memberi informasi kepada petugas bilamana melihat dua orang yang bersangkutan itu.

Aris enggan berkomentar banyak mengenai kaburnya dua napi tersebut. Ketika dimintai keterangan terbaru soal dua napi yang berhasil melarikan diri sejak Sabtu (21/1/2017) itu. Aris mengatakan kasus ini telah ditangani Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah.

“Maaf, semua sudah di handle Kanwil Jateng,” tandas Aris.

(bens – sisidunia.com)