Home » News » Djarot Menyindir Spanduk Penolakan Kesenian Wayang

Djarot Menyindir Spanduk Penolakan Kesenian Wayang



Jakarta – Cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat menyayangkan tentang adanya spanduk-spanduk penolakan terhadap kesenian wayang. Adanya spanduk penolakan itu menurut Djarot terjadi di daerah Rawasari pada Sabtu (21/1/2017) malam. Saat itu Djarot hadir dalam perhelatan wayang kulit.

Djarot Menyindir Spanduk Penolakan Kesenian Wayang

Cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat

“Tadi malam kami wayangan di Rawasari terus ada spanduk-spanduk ‘wayang bukan budaya Islam dan syariat Islam’. Wayang budaya kok, budaya Jawa kok dilarang piye,” cerita Djarot di hadapan warga di Jalan Damai Raya, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (22/1/2017).

Baca juga : Sorang Pemuda Membawa Tiga Linting Ganja Dibekuk Polisi

Dia juga menyindir salah satu spanduk yang bertuliskan ‘menolak pemutaran wayang kulit’. Menurut Djarot, wayang kulit itu bukan pemutaran tapi pagelaran.

“Terus (ada spanduk) ‘Menolak Pemutaran Wayang Kulit’, ini bukan pemutaran kok, pagelaran kok. Ya to?” ujarnya.

Djarot juga mengatakan ajaran Islam masuk ke Indonesia melalui budaya wayang. Salah satunya lewat budaya wayang yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.

“Islam itu masuk ke Indonesia melalui budaya. Lewat wayang dari sunan-sunan kok, Sunan Kalijaga. Kok saiki nggak oleh (kok sekarang nggak boleh),” tutur Djarot.

“Ya mesti nang Arab nggak onok budaya wayang onok e nang Indonesia (ya pasti di Arab nggak ada budaya wayang, adanya di Indonesia). Lucu banget ya,” sambung pria asal Jawa Timur itu.

(bens – sisidunia.com)