Home » News » Tegur Rekan Sendiri, Anggota Polisi Di Papua Saling Adu Jotos Hingga Penembakan

Tegur Rekan Sendiri, Anggota Polisi Di Papua Saling Adu Jotos Hingga Penembakan



Jayapura – Tak terima ditegur rekannya sendiri, anggota Polres Jayawijaya, Bripda SW menodongkan senjata revolver yang dipegangnya kearah Bripol UR, anggota Polres Jayapura. Keduanya pun sempat adu jotos hingga berujung pada penembakan.

Tegur Rekan Sendiri, Anggota Polisi Di Papua Saling Adu Jotos Hingga Penembakan

Ilustrasi

Berdasarkan informasi yang diterima, insiden ini berawal dari masalah kasus tilang. SW enggan diajak bicara dalam penyelesaian kasus tilang motor yang ditahan oleh Lantas Polres Jayapura sejak 18 Januari lalu.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan, SW ditembak di bagian betisnya oleh anggota lainnya. SW terus melawan dan tak mau diajak bicara baik-baik.

“Saya prihatin atas kasus ini dan lebih kepada kesalahpahaman antara anggota. SW datang tanpa pakaian dinas dan menodongkan senjata, lalu sempat juga melarikan diri,” ungkap Paulus, Jumat (20/1/2017).

“Apalagi SW melawan, tetap akan dilumpuhkan oleh anggota yang melihat kejadian ini,” sambungnya.

Saat ini SW sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura. Kasus ini pun sedang didalami oleh Propam Polda Papua.

Baca juga : Kades Mabuk Berulah di Tempat Karaoke, Pukuli Anggota Polisi

Pasca kejadian baku jotos hingga penembakan sesama anggota Polisi di Jayapura itu, Paulus Waterpauw memerintahkan jajarannya untuk melakukan penertiban kepemilikan senjata. Ia menyatakan pentingnya mengulang tes psikologi kembali bagi polisi yang memegang senjata api.

“Kita memang lemah, kadang ada juga polisi bintara baru yang terlibat narkoba dan menggunakan senjata api sembarangan,” kata Paulus.

Dia mengakui beberapa anggota polisi di Papua juga banyak yang tak mendapatkan rekomendasi memegang senjata. Namun karena tuntutannya, misalnya sebagai ajudan ataupun pengawalan lainnya, maka diberikan rekomendasi itu.

“Paling tidak kami akan melihat kembali rekomendasi tersebut dan harus dilakukan tes ulang psikologi dan kejiwaan, terutama bagi anggota yang mendapatkan rekomendasi khusus tersebut,” jelasnya.
(Muspri-sisidunia.com)