Home » News » Pasar Senen Kebakaran, Pedagang Mengalami Kerugian Rp 5 Miliar

Pasar Senen Kebakaran, Pedagang Mengalami Kerugian Rp 5 Miliar



Jakarta – Kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang mengakibatkan ribuan kios hangus. Beberapa pedagang mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Pasar Senen Kebakaran, Pedagang Mengalami Kerugian Rp 5 Miliar

Pasar Senen Kebakaran, Pedagang Mengalami Kerugian Rp 5 Miliar

Petugas pemadam kebakaran masih berupaya melakukan pendinginan di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Salah satu pemilik toko beserta 30 pegawainya berusaha menyelamatkan sisa barang-barang yang ada di kiosnya.

Baca juga : Foto 7 Delegasi Muslim Indonesia Saat Temui Presiden Israel

Pemilik toko Singapore Inas, Nasrul Sulendra mengaku memiliki 21 kios di Pasar Senen. Kiosnya terdiri dari 18 kios untuk bagian aksesoris seperti ID card, tumblr, spanduk dan lainnya. Dari 18 kios itu dia mengalami kerugian sekitar Rp 4 miliar. Kios khusus aksesoris ini berada di lantai I blok II. Semua barangnya habis dilalap si jago merah.

Selain itu ada 3 kios garmen yang dimilikinya. Ia mengatakan, masih ada barang pesanan baju dari orang lain yang ikut hangus terbakar, diperkirakan kerugian dari kios garmennya mencapai Rp 1 miliar sehingga totalnya menjadi Rp 5 miliar.

“Kerugian di wilayah blok II lantai I toko aksesoris saja Rp 4 miliar, sedangkan wilayah garmen mencapai Rp 1 miliar yang terletak di lantai I blok II,” ujar pria yang akrab disapa Inas, di Pasar Senen Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

Ia mengatakan 100% barangnya tidak bisa diselamatkan hal itu karena saat dia datang tidak bisa ke dalam kiosnya. “Waktu saya datang tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Saat ini dia memiliki 50 karyawan, ia memastikan tidak akan melakukan pengurangan karyawan karena telah memiliki beberapa pelanggan tetap.

Sementara itu untuk menjalankan bisnisnya, ia mendapat bantuan dari para pelanggan yang memberikan kepercayaan dalam bentuk utang yang dapat dibayar dalam jangka panjang. Tokonya sendiri telah dibentuk sejak tahun 2005.

“Tidak ada rencana pengurangan pegawai karena sistemnya sudah dibagi sistem borongan. Mereka kasih dalam bentuk barang, kita bisa utang, nanti bisa dalam tempo sekian baru diganti,” ungkapnya.

(bens – sisidunia.com)