Home » Techno » Militer Korea Selatan Dituntut EA dan Bandai Namco Terkait Video Promosi Pesawat Tempurnya

Militer Korea Selatan Dituntut EA dan Bandai Namco Terkait Video Promosi Pesawat Tempurnya



Jakarta – Militer Korea Selatan pernah memamerkan pesawat tempur terbarunya, yaitu Kai KF-X di tahun 2015. Pada saat itu, mereka juga memperlihatkan sebuah video promosi tentang kelebihan dari pesawat tempur tersebut.

Militer Korea Selatan Dituntut EA dan Bandai Namco Terkait Video Promosi Pesawat Tempurnya

Cuplikan game Battlefield 3 digunakan di video promosi pesawat tempur Korea Selatan

Sayangnya, baru-baru ini diketahui video promosi tersebut menggunakan berbagai adegan dari video game. Game yang digunakan di video promosi pesawat tempur Kai KF-X adalah dari Battlefield 3 dan Ace Combat: Assault Horizon.

Meski cuplikan kedua game tersebut hanya ditampilkan beberapa detik saja, namun aksi tersebut tetap dianggap sebagai plagiarisme. Korea Selatan kini harus menghadapi tuntutan dari EA dan Bandai Namco. Padahal, menurut Korea Times, pembuatan video tersebut membutuhkan dana USD40.000 atau sekitar Rp535 juta.

Pada kasus ini, tidak ada satupun pihak yang mau mengaku bersalah atas pelanggaran hak cipta ini. Pihak militer Korea memilih untuk angkat tangan dan menyalahkan Nabix, sebuah studio video kecil di Seoul yang ditunjuk untuk membuat video tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, perusahaan tersebut mengelak dari tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa cuplikan tersebut ditambahkan atas permintaan dari Korea Aerospace Industries (KAI)

Baca juga : Setelah Mengumumkan Swicth, Saham Nintendo Merosot

CEO Nabix Kim Yoon-Gak menjelaskan, “KAI meminta saya untuk membuat video yang mempromosikan pesawat F-35. KAI juga memberikan kami informasi dan klip video terkait yang harus dimasukkan ke dalam video.”

Atas tuduhan itu, KAI kembali menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memasukkan cuplikan video game pada material yang diberikan kepada Nabix. Mereka juga mengaku tidak tahu bagaimana cuplikan video game itu bisa dimasukkan ke dalam video tersebut.

Agency for Defense Development (ADD) selaku pihak yang memulai proyek tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan dana kepada Nabix dan tidak terlibat secara langsung dalam pembuatan video iklan tersebut. ADD juga menambahkan bahwa pihaknya akan menghapus video tersebut dan meminta maaf atas penggunaan cuplikan video games tersebut.

Sementara itu, hingga saat ini EA dan Bandai Namco masih belum merilis pernyataan resmi atas kejadian ini.
(Muspri-sisidunia.com)