Home » Ekonomi & Bisnis » Kementan Siapkan Terobosan Untuk Mengurangi Impor Beras

Kementan Siapkan Terobosan Untuk Mengurangi Impor Beras



Bandung – Untuk meningkatkan luas tambah tanam padi, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyiapkan trobosan Hal itu dilakukan agar Indonesia bisa mengurangi impor beras.

Kementan Siapkan Terobosan Untuk Mengurangi Impor Beras

Kementan Siapkan Terobosan Untuk Mengurangi Impor Beras

“Beberapa terobosan yang telah dilakukan yakni mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor dan rice transplanter kepada setiap kelompok tani, perbaikan jalur irigasi, penyediaan teknologi citra Lansat dan penerapan teknologi jarwo super,” ujar Amran di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Soreang, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2017).

Baca juga : Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Punya Strategi Hadapi Perkembangan Financial Technology

Kementerian Pertanian (Kementan juga telah melakukan pengawalan dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dapat memudahkan Tim Program Upaya Khusus untuk memantau lahan sawah yang belum ditanam untuk dilakukan percepatan penanamannya.

Selain itu, skema asuransi pertanian yang telah digulirkan Kementerian Pertanian dengan PT Jasa Asuransi Indonesia akan terus mendampingi usaha tani. Petani cukup hanya dengan membayar Rp 36.000 dengan subsidi dari pemerintah sebesar Rp 144.000, maka bila ada kegagalan disetiap tanam maka petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta.

“Saat ini dari target peserta asuransi pertanian sebesar 12.500 orang, telah tercapai 10.349 orang atau lebih dari 80 persen target telah tercapai,” jelas Amran.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar, menambahkan upaya pemerintah yang melibatkan pihak TNI untuk meningkatkan produksi pangan dan mempercepat pencapaian target produksi pangan patut diacungi jempol.

Jawa Barat memiliki potensi pertanian yang sangat tinggi untuk menghasilkan komoditas pangan dan memiliki kontribusi besar terhadap ketersediaan pangan nasional.

“Luas baku lahan sawah seluas 936.529 hektar dan diharapkan para Bupati dapat mempertahankan lahan usaha tani,” ungkapnya.

(bens – sisidunia.com)