Home » News » Polisi Sempat Dihadang Massa Bersenjata Tajam Saat Ingin Bekuk Bandar Narkoba

Polisi Sempat Dihadang Massa Bersenjata Tajam Saat Ingin Bekuk Bandar Narkoba



Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menembak mati seorang bandar narkoba asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni Sarkowi alias Kowi (50). Sementara dua anak buahnya, Melly Apriana dan Tanwir berhasil diringkus polisi.

Polisi Sempat Dihadang Massa Bersenjata Tajam Saat Ingin Bekuk Bandar Narkoba

Polisi tangkap bandar narkoba kawasan sumsel

Informasi dihimpun, penembakan tersebut berawal dari penangkapan Melly dan Tanwir di depan Palembang Trade Center di Jalan R Soekamto Palembang, Selasa (17/1) malam. Polisi menemukan barang bukti 400 gram sabu dan 728 butir ektasi.

Dari pengembangan, diketahui pemilik narkoba tersebut adalah Kowi yang tinggal di Desa Sri Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Begitu tiba di lokasi, petugas diadang warga menggunakan parang, Rabu (18/1) pagi.

Alhasil, petugas melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Kowi yang mengetahui kedatangan polisi, berusaha melarikan diri dengan berenang menyusuri sungai sejauh tiga kilometer. Petugas pun mengejarnya.

Setelah tertangkap, pelaku menyerang petugas dengan pedang dan akhirnya polisi menembak pelaku yang mengenai tubuhnya hingga tewas di tempat.

Polisi menemukan 500 gram sabu si rumah pelaku Kowi. Selain itu, petugas juga mendapatkan puluhan senjata jenis pedang, serta senjata api rakitan dan timbangan bersama buku rekap hasil penjualan narkoba. Sementara jasad pelaku dibawa ke rumah sakit.

Baca juga : Ayu Dituntut 3 Tahun Penjara Karena Simpan Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto mengatakan, Kowi sudah lama menjadi target petugas setelah salah satu tangan kanannya bernama King ditangkap dan divonis sebelas tahun penjara. King menyebutkan pelaku Kowi adalah bandar besar.

“Pelaku Kowi target lama kita, dia kita tembak saat ditangkap,” ungkap Tommy saat gelar press release di RS Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang, Rabu (18/1).

Menurut dia, pelaku diduga merupakan jaringan internasional yang memasok sabu dari Malaysia dan Sumatera Utara. Kemudian dia edarkan di seluruh wilayah Sumsel.

“Kowi adalah salah satu bandar besar di Sumsel, masih kita buru bandar-bandar lain. Jika tertangkap dan melawan akan berakhir di sini (rumah sakit) seperti kata Kapolri,” tegasnya.
(Muspri-sisidunia.com)