Home » News » Pengurus RT/RW Merasa Harga Dirinya Dihina Akibat Aturan Pergub Melalui Aplikasi Pengaduan Qlue

Pengurus RT/RW Merasa Harga Dirinya Dihina Akibat Aturan Pergub Melalui Aplikasi Pengaduan Qlue



Jakarta – Pemprov DKI Jakarta tidak lagi memberlakukan kewajiban pelaporan oleh RT/RW melalui aplikasi pengaduan Qlue. Peniadaan aturan itu sempat di-posting melalui aplikasi Qlue beberapa waktu yang lalu.

Pengurus RT/RW Merasa Harga Dirinya Dihina Akibat Aturan Pergub Melalui Aplikasi Pengaduan Qlue

Infographic permasalahan yang dikeluhkan warga Jakarta yang masuk melalui laporan-laporan warga yang masuk melalui aplikasi sosial media QLUE sepanjang tahun 2015

Dalam posting-nya, Qlue menyebut aturan Pergub No 903 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan tugas dan fungsi RT dan RW di DKI Jakarta. Tiap laporan di Qlue dihargai insentif sebesar Rp 10.000 telah ditiadakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono mengatakan, aturan itu telah berlaku sebelum Sumarsono menjabat sebagai Plt. Adapun Sumarsono tidak mengetahui status aturan itu, apakah dicabut atau hanya tidak diberlakukan sementara.

“Bukan (saya yang cabut) orang saya datang sudah ada (aturan itu). Jadi saya masuk barang itu sudah ada, jadi enggak dipakai lagi. Saya enggak tahu prosesnya, tapi waktu saya masuk udah enggak berlaku, pending mungkin, yang jelas tidak ada dilaksanakan,” ujar Plt Gubernur DKI Sumarsono, yang akrab disapa Soni, di Balai Kota, Selasa (17/1/2017).

Soni mengaku tidak tahu secara pasti mengapa aturan itu tak lagi diberlakukan. Namun, Soni menduga hal itu dilakukan untuk mengembalikan marwah pengurus RT/RW yang merupakan panutan di lingkungan masyarakat.

Baca juga : Plt Gubernur DKI Klaim Tak Ada Lagi Pungli di Jakarta

Menurut dia, aturan itu kemungkinan telah menyinggung harga diri RT/RW yang dihargai bukan dari ketokohannya, melainkan dari insentif yang diberikan.

“Sekarang RT/RW sudah tenang, kalau dulu demo terus dan biasanya bersurat ke Kemendagri yang membuat konflik terjadi. Sekarang kami redam, kerja seperti biasa, wajib melaksanakan kerukunan,” ujar Soni.

Sempat terjadi protes oleh pengurus RT/RW di Jakarta kepada Basuki Tjahaja Purnama sebelum dia cuti dari jabatannya sebagai gubenur DKI Jakarta, terkait kewajiban pelaporan Qlue. Pengurus RT/RW merasa harga dirinya dihina atas aturan tersebut.
(Muspri-sisidunia.com)