Home » Sport » Geram Dengan Ketidaksiapan Institut Olahraga Indonesia, PBBSI Pindahkan Tempat Latihan Ke Bandung

Geram Dengan Ketidaksiapan Institut Olahraga Indonesia, PBBSI Pindahkan Tempat Latihan Ke Bandung



Jakarta – Tempat berlatih tim angkat besi Indonesia tak kunjung diperbaiki. Eko Yuli Irawan dkk. akan pindah dari Institut Olahraga Indonesia ke Bandung di akhir pekan ini.

Geram Dengan Ketidaksiapan Institut Olahraga Indonesia, PBBSI Pindahkan Tempat Latihan Ke Bandung

Atlet Angkat Besi sedang berlatih

“Rencananya Minggu (22/1) pekan ini kami sudah jalan ke Bandung. Kami akan menginap di Hotel Sutan Raja, Soreang,” kata lifter Deni lewat pesan singkatnya pada Rabu (18/1/2017).

Pemindahan itu pun diamini oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), Joko Pramono.

Joko menuturkan alasan pemindahan karena ketidaksiapan Olympic Center, yang kini namanya berubah menjadi Institut Olahraga Indonesia.

Seperti yang dilansir dari detikSport , pada dua pekan lalu tempat latihan sementara angkat besi yang berada di gedung Pemudi PP PON Cibubur mengalami kerusakan sebagai akibat terkena beban berat dalam latihan para lifter.

Lantai tersebut awalnya diharapkan dapat diperbaiki sebelum para lifter kembali berlatih usai libur akhir tahun. Tapi kondisi lantai sejauh ini masih rusak. Para lifter pun jadi latihan dengan sebagian lantai yang masih bisa dipakai. Tak hanya masalah tempat latihan, kamar tempat tinggal para atlet pun kurang layak.

Baca juga : Medali Pertama Untuk Indonesia di Olimpiade 2016 Datang Dari Cabor Angkat Besi

Tak ada perubahan, PABBSI pun gerah. Mereka memutuskan pindah latihan ke Bandung untuk mendapatkan sarana yang lebih baik. Lokasi tempat latihannya berada di GOR Sambilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung.

“Kami senang dengan rencana (pelatnas di Cibubur). Tapi kita (juga) harus realistis. Atlet kami seharusnya sudah berlatih sejak Oktober, tetapi fasilitas di Olympic Center belum siap. Sekarang kami menjadi korban,” ucap Joko.

Joko mengatakan telah menginformasikan rencana tersebut ke Kasatlak Prima Achmad Soetjipto dan Menpora Imam Nahrawi. Terlepas dizinkan atau tidak, pihaknya akan tetap berangkat ke Bandung.

“Cabor ini sederhana. Tidak harus memakai uang banyak, cukup program pelatnas yang berjalan baik. Kami juga punya target di Olimpiade 2020 Tokyo, nah untuk mewujudkannya tentu tidak bisa bersiap dengan fasilitas seperti itu,” tambahnya.

Namun demikian, Joko mengungkapkan bila pemindahan latihan ke Bandung bersifat sementara. Pihaknya akan kembali jika Institut Olahraga Indonesia sudah jadi.

“Kami akan kembali jika memang Olympic Center sudah siap. Kami loyal. Tapi jangan korbankan atlet terlalu lama. Nanti performa turun,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)