Home » News » Takut Terjadi Longsor Susulan, 38 KK Kulon Progo Mengungsi

Takut Terjadi Longsor Susulan, 38 KK Kulon Progo Mengungsi



Kulon Progo – Bencana longsor terjadi pada tebing setinggi 250 meter dan mengenai sebuah rumah di Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Selasa 17 Januari 2017. Antisipasi longsor susulan, seluruh warga di RT 5 RW 2 Soropati mengungsi.

Takut Terjadi Longsor Susulan, 38 KK Kulon Progo Mengungsi

Ilustrasi

Berdasarkan informasi di lapangan, longsor terjadi pada Selasa 17 Januari 2017 sore sekira pukul 14.30 WIB. Warga setempat memang sudah dibuat was-was dengan adanya retakan sepanjang 200 meter pada tebing. Tanda-tanda longsor kemudian semakin jelas terlihat saat hujan berlangsung sejak Selasa pagi hingga siang. Material longsoran menyebabkan satu rumah rusak dan 38 KK mengungsi.

Seorang warga Soropati bernama Parjio mengaku sudah mengajak keluarganya mengungsi sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Hal itu karena rumahnya tepat berada di bawah tebing yang sudah merekah.

“Saya pikir siang atau malam ini pasti bakal longsor. Jadi satu keluarga enam orang saya ungsikan. Lagi pada masak tapi saya suruh berhenti dan mengungsi saja ke rumah saudara,” kata Parjio, Rabu (18/1/2017) seperti dikutip dari Harian Jogja.

Berita tersebut juga dibenarkan oleh Kasi Kedaruratan Pusdalop BPBD DIY, Danang Samsurizal.

“Benar. Hujan deras yang terjadi kemarin menyebabkan tanah longsor di Hargotirto, Kokap,” ucap Danang, Rabu (18/1/2017).

Baca juga : Longsor Menutupi Jalan 3 Dusun Kabupaten Pacitan Terisolir

Masyarakat sekitar mengungsi karena takut adanya longsor susulan. “Satu rumah rusak dan ada sekitar 38 KK yang mengungsi. Sebab, ditakutkan akan terjadi longsor susulan,” urainya.

Menurut dia, tim BPBD Kulon Progo bersama BPBD DIY, TNI, Polri, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

“Masyarakat diimbau tetap waspada, terlebih saat ini masih terjadi adanya cuaca ekstrem,” sebutnya.

Pihaknya, lanjut dia, merekomendasikan BPBD Setempat untuk membuat Pos Lapangan Penanganan Tanah Longsor, Analisa Dampak Longsor Susulan, dan Pemasangan EWS tanah longsor.
(Muspri-sisidunia.com)