Home » News » Jokowi Berdialog Dengan Persekutuan Gereja Terkait Masalah Intoleransi

Jokowi Berdialog Dengan Persekutuan Gereja Terkait Masalah Intoleransi



Jakarta – Presiden RI Joko Widodo mengundang pengurus Persekutuan Gereja Indonesia dan Konferensi Wali Gereja Indonesia ke Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Jokowi Berdialog Dengan Persekutuan Gereja Terkait Masalah Intoleransi

Jokowi Berdialog Dengan Persekutuan Gereja Terkait Masalah Intoleransi

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi banyak membicarakan masalah terkiat intoleransi yang belakangan kerap terjadi.

“Beliau mengatakan bahwa apa yang terjadi kelihatannya kasus intoleransi beragama, di balik itu ada persoalan politik, ada persoalan ekonomi,” kata Ketua PGI Albertus Patty seusai bertemu Presiden.

Baca juga : Perum Peruri Satu-satunya Yang Mencetak Uang Rupiah Asli

“Jadi mereka yang memanfaatkan, mereka yang dulu tersingkir, karena mafia-mafia ini tersingkir, sekarang memanfaatkan jubah-jubah agama itu, instrumentalisasi agama itu, justru untuk melakukan kepentingan-kepentingan mereka,” tambah dia.

Oleh karena itu, kata Patty, dalam pertemuan tersebut Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen pada Pancasila, UUD 1945, dan kebinekaan.

Dia mengatakan, pemerinta berjanji akan selangkah demi selangkah menyelesaikan persoalan intoleransi ini dengan baik.

“Presiden juga mengatakan, kita harus mengingatkan umat supaya kritis terhadap isu-isu yang berkembang. Padahal, di balik itu sebetulnya motifnya politik dan ekonomi,” ucap Patty.

Patty pun memastikan bahwa PGI akan terus membantu pemerintah. PGI juga bakal mengingatkan kepada publik bahwa ada kepentingan yang bermain di balik terjadinya intoleransi antar-umat beragama akhir-akhir ini.

PGI akan menjelaskan kepada masyarakat bahwa berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi kasus intoleransi yang terjadi akhir-akhir ini.

“Persoalan intoleransi sebenarnya sudah dari dulu ada. Tetapi, seperti Presiden katakan, ini sudah terlalu lama dibiarkan, bahkan difasilitasi,” ucapnya.

(bens – sisidunia.com)