Home » News » Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia Menolak Larangan Iklan Rokok Di Televisi

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia Menolak Larangan Iklan Rokok Di Televisi



Jakarta – Rencana Komisi I DPR yang akan merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ditolak Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia. Sebab, dalam revisi tersebut akan dimasukkan pasal pelarangan iklan rokok di media televisi.

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia Menolak Larangan Iklan Rokok Di Televisi

Gambar ilustrasi

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia Budidoyo mengatakan, selama ini industri hasil tembakau atau rokok telah mendapatkan banyak pengaturan yang dinilai merugikan sektor industri. Dengan adanya larangan ini dikhawatirkan makin memukul industri rokok.

Baca juga : DPR Akan Mintai Keterangan Kapolri Terkait Curhat Habib Rizieq

“DPR ini kan wakil rakyat dan industri ini kan industri yang legal. Harusnya diberlakukan sama (dengan industri lain), tidak di-banned,” ujar dia di Kawasan Harmoni, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Budidoyo menyatakan, selama ini telah banyak ketentuan yang mengatur promosi produk rokok. Contohnya, untuk iklan di luar ruangan ukurannya tidak boleh lebih dari‎ 70 meter.

Kemudian tidak boleh diletakkan di tempat dekat dengan sekolah, tempat bermain anak dan tempat ibadah.

Tak hanya, jam tayang iklan produk rokok juga telah diatur yaitu dari pukul 22.30-05.00. Jika ditambah dengan pelarangan penayangan iklan di televisi, maka industri rokok akan semakin sulit untuk penjualan produknya.

‎”Kalau jam tayang sudah mundur, terus ada ini kan kacau juga. Tapi itu kan bukan itu yang harus disalahkan. Ini ‎aturan yang ada saja terlebih dulu dibuat konsisten. Ini (aturan yang ada) belum ditegakkan tapi sudah mau bikin lagi,” ‎tandas dia.

(bens – sisidunia.com)