Home » News » Warga Setiabudi Menyambut Djarot Dengan Hajatan Dan Spanduk Penolakan

Warga Setiabudi Menyambut Djarot Dengan Hajatan Dan Spanduk Penolakan



Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif Djarot Saiful Hidayat melakukan blusukan hari ini. Ia mengunjungi wilayah Karet Belakang Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selain warga yang menyambut kedatangannya, turut juga diwarnai spanduk penolakan blusukan Djarot.

Warga Setia Budi Menyambut Djarot Dengan Hajatan Dan Spanduk Penolakan

Spanduk penolakan Djarot

Begitu tiba di lokasi, Djarot mengunjungi tempat budidaya obat herbal yang dinamakan ‘Taman Herbal Bejo’. Ia juga sempat melihat-lihat taman tersebut. Setelah puas melihat-lihat dan bertanya, Djarot melanjutkan perjalanannya.

Baca juga : Ahok Mengaku Pusing Harus Jalani Sidang Tiap Selasa

Selama perjalanan, banyak warga yang ingin berfoto ataupun bersalaman dengan mantan Wali Kota Blitar itu. Djarot pun memehuni permintaan warga sambil tersenyum.

Namun, begitu sampai di Jalan Karet Karya II, blusukan Djarot diwarnai penolakan. Ia sempat berpapasan dengan sekitar 15 orang yang membawa spanduk mengatasnamakan warga. Spanduk itu berisi kalimat penolakan terhadap Djarot.

Warga yang membawa spanduk terus mengatakan, “Esensi demokrasi adalah kebebasan berpendapat,” kata mereka.

Meski membawa spanduk, tidak ada aksi penghadangan yang dilakukan terhadap rombongan kampanye. Djarot hanya melewati kumpulan orang itu. Polisi tampak berjaga dan menjaga suasana tetap kondusif.

Cawagub nomor urut 2 itu menanggapi dengan santai adanya spanduk berisi penolakan terhadap dirinya. “Nggak ada penghadangan. Kita lewat, santai saja. Sebagian besar mendukung,” ucap Djarot di lokasi blusukan, Selasa (17/1/2017).

Djarot melanjutkan perjalanannya. Kali ini dia disambut warga yang sudah mengubah rumahnya menjadi tempat hajatan. Di sana, Djarot menyantap nasi goreng yang disiapkan warga.

Warga Setiabudi lainnya mengaku senang atas pemerintahan Ahok-Djarot. Dia mengaku lebih sejahtera setelah menerima program-program unggulan Ahok-Djarot.

“Kami tidak menolak, kami senang sekarang semua sudah terasa. BPJS terasa, KJP juga,” kata seorang ibu bernama Sandra, yang diikuti tepuk tangan warga lainnya.

(bens – sisidunia.com)