Home » News » Kemenhub Memperkirakan Jumlah Penumpang Angkutan Umum Pada 2017 Mengalami Peningkatan

Kemenhub Memperkirakan Jumlah Penumpang Angkutan Umum Pada 2017 Mengalami Peningkatan



Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakan rapat dengar pendapat di komplek parlemen DPR Jakarta, Senin ( 16/1/2017).

Kemenhub Memperkirakan Jumlah Penumpang Angkutan Umum Pada 2017 Mengalami Peningkatan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, Tangerang

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru 2017. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan, pada libur Natal dan Tahun Baru 2017 jumlah penumpang akan mengalami kenaikan 5,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Sampai saat ini saja total jumlah penumpang sudah tercatat sebanyak 19.741.024 juta penumpang. Sementara, tahun lalu berjumlah 18.745.768 penumpang.

“Kenaikan tertinggi jumlah penumpang terjadi pada Angkutan kereta api yang naik 11,22 persen dengan jumlah total penumpang 6.069.554 penumpang,” ujar Budi Karya.

Budi Karya menuturkan, upaya Kemenhub dalam pelaksanaan angkutan musim libur akhir tahun antara lain, membentuk posko di seluruh unit pelaksana teknis yang tersebar di wilayah Indonesia, memantau CCTV yang ada di titik-titik pemantauan, melaksanakan ramp check terhadap kelaikan angkutan dan pemeriksaan kesehatan awak kendaraan.

Menurut Budi Karya, terdapat beberapa kejadian yang menonjol pada musim libur akhir tahun. Kejadian menonjol tersebut antara lain longsor pada runway di bandara H. Aroeboesman, Ende yang menyebabkan beberapa penerbangan dialihkan dan pesawat Wings Air jenis ATR 72 mengalami overshoot di bandara Ahmad Yani Semarang.

Baca juga : Inilah Daftar Penurunan Tarif Angkutan Umum di Jakarta

Kemudian, adanya keterlambatan penerbangan Citilink QG 800 rute Surabaya menuju Jakarta akibat pilot yang diduga mabuk. Lalu, pesawat Susi Air jenis Pilatus PC 06 mengalami accident di bandara Ilaga, Papua.

“Di angkutan jalan, gangguan lalu lintas terjadi akibat bergesarnya Jembatan Cisomang yang mengakibatkan dilarangnya kendaraan di atas golongan I untuk melewati jembatan tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, Budi Karya mengklaim bahwa pelaksanaan angkutan umum relatif berjalan lancar.

“Semua penumpang dapat terangkut dan teratur dengan baik. Kondisi lalu lintas pun relatif lebih lancar dibanding tahun lalu,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)