Home » News » Ini Tanggapan Pihak Kominfo dan Pihak Twitter Terkait Pembekuan Sejumlah Akun Twitter Milik FPI

Ini Tanggapan Pihak Kominfo dan Pihak Twitter Terkait Pembekuan Sejumlah Akun Twitter Milik FPI



Jakarta – Sejumlah akun terkait Front Pembela Islam (FPI) ditangguhkan oleh Twitter sehingga pengguna tidak bisa mengaksesnya pada Senin (16/01).

Ini Tanggapan Pihak Kominfo dan Pihak Twitter Terkait Pembekuan Sejumlah Akun Twitter Milik FPI

Akun Twitter Milik Rizieq Syihab Yang Dibekukan

Akun-akun tersebut di antaranya @DPP_FPI, @HumasFPI, dan satu akun terkait pendirinya Rizieq Shihab, @syihabrizieq. Apabila mengklik akun tersebut, maka akan muncul keterangan ‘Sorry that user is suspended’. Apabila dibuka dari laman website Twitter, juga akan muncul keterangan ‘This account has been suspended’.

Penangguhan sebuah akun biasanya dilakukan oleh Twitter karena dinilai menyalahi aturan mereka seperti melakukan spamming atau memiliki perilaku kasar seperti menebar ancaman atau berpura-pura menjadi orang lain.

Tidak diketahui apakah penangguhan ini bersifat sementara atau permanen. Namun tak lama berselang, akun baru yang mengklaim sebagai akun resmi FPI kembali muncul dan memperoleh lebih dari 4.000 pengikut.

“Tiga akun di-suspend, 300 akun lahir. Jika 300 akun di-suspend lagi, kita bikin 3.000 akun,” cuit mereka.

Dalam akun itu, FPI menyebut pemerintahan adalah “rezim panik” yang takut dengan media sosial.

Tapi, Kementerian Komunikasi dan Informatika menolak tuduhan bahwa pemerintah berada di balik pemblokiran tersebut. Tidak ada permintaan apapun kepada Twitter untuk melakukan blokir, kata PLT Kepala Humas Kominfo Noor Iza.

“Kemungkinan itu dilakukan melalui self report oleh pengguna Twitter sendiri.”

Baca juga : Masyarakat Lintas Agama di Bali Laporkan Panglima FPI Ke Polisi

Setelah kabar ini dikonfirmasi kepada pihak Twitter yang ada di Indonesia, mereka menjawab bahwa hal tersebut sesuai dengan Terms of Service Twitter.

“Kami memiliki peraturan serta terms of service yang menjelaskan bagaimana platform ini dapat memberikan manfaat sekaligus melindungi para pengguna,” demikian pernyataan resmi Twitter Indonesia pada hari Senin (16/1/2017), seperti yang dilansir dari detikcom.

“Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna di Twitter, kami dapat menangguhkan akun yang melanggar peraturan Twitter. Penangguhan akun terjadi berdasarkan laporan-laporan yang kami terima dari pengguna melalui prosedur pelaporan pelanggaran yang kami miliki (https://support.twitter.com/articles/15789),” lanjut pernyataan tersebut.

Twitter Indonesia menegaskan laporan-laporan yang masuk diproses secara seksama oleh tim Twitter di San Francisco (Amerika Serikat) dan Dublin (Irlandia). Jika terbukti melanggar peraturan Twitter, sebuah akun dapat ditangguhkan.

“Apabila sebuah akun ditangguhkan, pengguna tersebut akan mendapat notifikasi dari Twitter. Pengguna terkait dapat mengajukan banding jika merasa tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan Twitter maupun terms of service,” lanjutan pernyataan resmi Twitter Indonesia.
(Muspri-sisidunia.com)