Home » News » Biayai Para Saksi di TPS, Timses Ahok-Djarot Berhasil Kumpulkan Dana Sebesar Rp 60,1 miliar

Biayai Para Saksi di TPS, Timses Ahok-Djarot Berhasil Kumpulkan Dana Sebesar Rp 60,1 miliar



Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan alokasi dana kampanyenya akan lebih banyak digunakan untuk membiayai saksi-saksi di tempat pemungutan suara (TPS).

Biayai Para Saksi di TPS, Timses Ahok-Djarot Berhasil Kumpulkan Dana Sebesar Rp 60,1 miliar

Wakil bendahara timses Ahok-Djarot, Joice Triatman didampingi dua anggota lainnya, Iwet Ramadhan dan Michael Sianipar

Adapun, dana kampanye yang berhasil dikumpulkan oleh tim sukses Ahok dan Djarot sebesar Rp 60,1 miliar.

“Paling banyak kami mau bayar saksi-saksi nanti,” ujar Basuki atau Ahok di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

Ahok menuturkan, setiap saksi juga akan diberikan pelatihan untuk bertugas di TPS. Dana tersebut juga untuk pengadaan baju kotak-kotak.

“Kami akan beli baju mereka dan urus mereka. Itu dana yang paling besar,” ucap Ahok.

Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, telah menutup proses pengumpulan dana kampanye.

Saat proses pengumpulan dana ditutup, tim pemenangan Ahok-Djarot menyatakan jumlah sumbangan yang diterima telah mencapai Rp 60,1 miliar.

Baca juga : Maksimalkan Sisa Waktu Kampanye, Gerakan Ahok-Djarot Beserta Para Relawan Semakin Intensif

Sebelumnya, Wakil Bendahara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Joice Triatman, menyatakan bahwa dihentikannya proses pengumpulan dana karena jumlah yang terkumpul sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Pencapaian sebesar Rp 60,1 miliar kami rasa sudah sangat mencukupi untuk memberikan support pendanaan segala sesuatu untuk kampanye kemenangan pasangan nomor 2, Pak Basuki dan Pak Djarot,” kata Joice, di Posko Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Joice menegaskan, pengumpulan dana itu murni untuk membantu keperluan kampanye Ahok-Djarot.

“Kami tidak ingin menggunakan kesempatan atau euforia ini mumpung orang-orang mau memberikan uangnya terus kami melanjutkan. Karena kalau memang sudah cukup kami stop,” ucap Joice.
(Muspri-sisidunia.com)