Home » Travel & Kuliner » Pernah Dengar Kota Makau ? Ini Spot Di Makau Yang Menarik Minat Wisatawan

Pernah Dengar Kota Makau ? Ini Spot Di Makau Yang Menarik Minat Wisatawan



Jakarta – Sebagai wilayah yang merupakan daerah jajahan Eropa tertua di Tiongkok, Makau menyimpan banyak keistimewaan. Salah satunya, kekayaan sejarah.

Pernah Dengar Kota Makau ? Ini Spot Di Makau Yang Menarik Minat Wisatawan

The Ruins of St. Paul di Makau

Portugis pertama kali menjejakkan kaki di Makau pada abad ke-16, yakni pada tahun 1570, yang berlanjut hingga 1999. Jejak Portugis kental terasa dalam arsitektur bangunan bersejarah di Makau. Membuat kota ini tampak cantik dengan bangunan yang bernilai arsitektur tinggi. Makau juga memukau dengan ragam seni, agama, tradisi, makanan, dan masyarakat yang mencerminkan integrasi budaya.

1. The Ruins of St. Paul

Ini adalah gereja Katolik terbesar di Makau yang pembangunannya dimulai pada tahun 1602. Bangunan ini memiliki tinggi 27 meter, lebar 23,5 meter, dan tebal 2,7 meter. Pada 1835, gereja ini terbakar dan hanya menyisakan fasad depan dan tangga. Saat ini, fasad Ruins of St. Paul berfungsi sebagai simbolis altar. Terdapat berbagai ukiran di fasad depan gereja tersebut, yakni ukiran simbol dari Taman Eden, penyaliban, ukiran malaikat dan iblis, naga Tiongkok, krisan Jepang, serta kapal layar Portugis.

2. Benteng Guia

Pernah Dengar Kota Makau ? Ini Spot Di Makau Yang Menarik Minat Wisatawan

Benteng Guia di Makau

Benteng Guia dibangun antara tahun 1622 dan 1638. Di dalamnya berdiri Kapel Guia yang didirikan oleh biarawati Klaris. Ia tinggal di tempat itu sebelum mendirikan Biara St.Clare. Lukisan rumit kapel merepresentasikan tema negara Barat dan Tiongkok, menampilkan motif inspirasi agama dan mitologi yang merupakan contoh sempurna dari dimensi multikultural Makau. Masih di komplek Benteng Guia, terdapat Mercusuar Guia yang didirikan pada tahun 1865. Mercusuar ini tergolong mercusuar modern pertama di pantai Tiongkok.

3. Camoes Garden
Camoes Garden pada awalnya merupakan rumah seorang pedagang Portugis. Setelah si pemilik rumah meninggal, bangunan tersebut disumbangkan kepada pemerintah, dan diubah menjadi sebuah taman menawan di Kota Makau. Obyek terkenal yang menjadi ikon taman ini adalah patung seorang penyair terkenal, Luis de Camoes yang dibangun pada tahun 1886. Penyair yang lahir pada 1524 ini sering mengunjungi taman tersebut sambil menuliskan karya-karyanya.

Pernah Dengar Kota Makau ? Ini Spot Di Makau Yang Menarik Minat Wisatawan

Camoes Garden di Makau

Salah satu karya Luis de Camoes yang paling terkenal adalah Os Lusiadas atau Soul of Portugal. Berkat karya-karyanya yang monumental, warga Makau amat menghargai dan mengenang keberadaan Camoes. Pemerintah Makau menetapkan tanggal kematian Camoes, yakni pada 10 Juni 1580, diperingati sebagai Portugal Day.

Setelah melihat deretan pesona wisata di Makau, apakah Anda tertarik pelesir ke Makau? Jika ya, Anda dapat memilih waktu terbaik untuk mengunjungi kota tersebut. Bagi Anda yang suka dengan suasana musim dingin, pergilah pada Januari dan Februari, sedankan musim semi jatuh pada bulan Maret hingga Mei, musim panas pada Juni-Agustus, dan musim gugur yang selalu diincar para turis hadir sepanjang September-Desember.
(Muspri-sisidunia.com)