Home » Ekonomi & Bisnis » Mentan Minta Tak Perlu Meributkan Mahalnya Harga Cabe

Mentan Minta Tak Perlu Meributkan Mahalnya Harga Cabe



Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyebut tingginya harga cabai rawit yang menembus Rp 120.000/kg tak perlu diributkan, apalagi sampai jadi polemik nasional. Sebab, kata Amran, cabai bukan makanan pokok dan strategis.

Mentan Minta Tak Perlu Meributkan Mahalnya Harga Cabe

Ilustrasi

“Itu cabai ampun kita. Apa nggak bisa bedakan pangan dengan cabai. Cabai dengan pangan itu perbedaan (jauhnya) seperti Aceh dengan Irian. Pangan itu yang sifatnya strategis seperti padi, jagung itu juga pokok,” ucap Amran saat Rapat Koordinasi Pangan di Hotel Clarion, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/1/2017).

Lantaran bukan panganan pokok, menurut dia, tingginya harga cabai tak perlu dibesar-besarkan, apalagi yang bergejolak hanya satu jenis cabai.

“Cabai bukan masuk panganan pokok. Enggak ada orang masuk rumah sakit karena enggak makan cabai. Kalau beras 3 hari enggak makan, saya tunggu di rumah sakit dan pasti di ICU tempatnya. Ini enggak berimbang informasinya,” ujar Amran.

“Rawit saja yang naik, keriting harganya jatuh, yang (cabai) besar harganya jatuh. Tapi rawit naik beritanya digoreng 2 minggu. Harus berpikir positif sayangi negeri ini, jangan diputar-putar terus beritanya. Ada beritanya rawit di Balikpapan Rp 200.000/kg, saya telepon orang bagian pangan di sana hanya Rp 40.000/kg kok,” tambahnya.

“Aku mohon gosipnya dikurangi 5 menit saja per hari. Begitu malasnya kita tanam cabai, sampai berteriak. Sampai akhir negara ini enggak bisa direbut kemerdekaan kalau seperti ini,” ucap Amran.

Baca juga : Bibit Cabai Amfibi : Harapan Baru Pemerintah Terkait Gejolaknya Harga Cabai di Indonesiac

“Ini cabai saja teriak, begitu cengeng. Kurang bersyukur beras sudah enggak impor selama 32 tahun, tapi cabai teriak. Allah nanti marah,” katanya lagi.

Menurut menteri asal Bone, Sulawesi Selatan ini, masalah cabai bisa dituntaskan jika masyarakat, khususnya kaum ibu, bisa menggerakkan tanam cabai di rumah sendiri. Kementan sendiri bahkan mengalokasikan 10 juta tanaman cabai untuk dibagikan gratis lewat PKK.

“Aku bisa selesaikan kalau kita bersama sinergi dengan ibu-ibu. 5 pot satu rumah, selesai persoalan. Pakai 5 kantong plastik kan selesai persoalan negara. Hanya kita ini 12 bulan tapi WA-nya (WhatsApp) lebih banyak chatting,” ujar Amran.

“Aku mohonkan kepada Allah Anda masuk surga kalau mau tanam cabai. Hanya satu masalahnya, malas. Lebih banyak istirahatnya,” kata Amran lagi dengan nada menekankan.
(Muspri-sisidunia.com)