Home » News » Kepolisian Belgia Hingga Kini Masih Melakukan Investigasi Terkait Serangan Teroris November 2015 di Paris

Kepolisian Belgia Hingga Kini Masih Melakukan Investigasi Terkait Serangan Teroris November 2015 di Paris



Paris – Kepolisian Belgia menahan tiga orang terduga teroris, setelah melakukan penyerbuan dan penggeledahan di salah satu rumah. Tiga orang terkait terorisme itu, kini sedang diinterogasi dan diselidiki lebih lanjut.

Kepolisian Belgia Hingga Kini Masih Melakukan Investigasi Terkait Serangan Teroris November 2015 di Paris

Polisi khusus Belgia tangkap sejumlah terduga teroris di Brussels

Seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu 15 Januari 2017, jaksa menyatakan bahwa rumah tersebut berada di distrik Molenbeek, Brussels, Belgia. Tempat tersebut beberapa lama ini dipantau, terkait investigasi kasus terorisme yang berkaitan dengan serangan teroris November 2015 di Paris, yang menyebabkan 130 orang tewas di Paris.

“Penangkapan ini adalah bagian investigasi yang masih dilakukan oleh jaksa penuntut Brussels,” kata Juru Bicara Kejaksaan Brussels.

“Tiga orang kini sedang diinterogasi,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut laporan Reuters, pada saat penyerbuan dan penangkapan, lalu lintas di wilayah rumah tersebut berada, sengaja ditutup. Tim pasukan khusus polisi, lengkap dengan senjata api bergerak dengan cepat hingga mengamankan tiga orang itu.

Baca juga : Tragedi Bom Paris Menjadi Bukti Islam Telah Dibajak Oleh Teroris

Seperti yang dilansir dari Reuters beberapa waktu yang lalu, pada saat kejadian sekelompok pria dengan membawa senjata laras panjang beserta bom mengguncang Paris dalam rangkaian serangan mematikan pada Jumat malam waktu setempat. Sasaran utama mereka adalah restoran-restoran, bar, gedung konser, dan stadion.

Serangan yang diklaim dilancarkan oleh ISIS ini menelan 129 korban jiwa dan melukai 352 orang, 99 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Berikut kronologis serangan menurut jaksa Prancis Francois Molins, Minggu (15/11/2015).

Hari Jumat pukul 21.20, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di dekat pintu masuk stadium Stade de France, di mana Presiden Francois Hollande dan Menlu Jerman menonton pertandingan persahabatan Timnas Prancis dan Jerman. Ledakan sesaat setelah peluit akhir pertandingan ditiup ini merenggut nyawa sang pelaku serta 35 orang lainnya.
Kejadian tersebut berlangsung selama semalam. Namun pada hari sabtu (14/11/2015), pasukan keamanan menyerbu Bataclan concert hall untuk melumpuhkan para penyerang dan membebaskan para sandera. Tiga teroris berhasil dilumpuhkan, satu orang ditembak mati dan dua lainnya bunuh diri dengan cara meledakkan bom yang melekat di tubuh mereka.
(Muspri-sisidunia.com)