Home » News » Anies Sindir Pemerintah DKI Yang Dinilai Kurang Tegas Terhadap Lapisan Menengah Ke Atas Yang Melanggar Aturan

Anies Sindir Pemerintah DKI Yang Dinilai Kurang Tegas Terhadap Lapisan Menengah Ke Atas Yang Melanggar Aturan



Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, tempat hiburan malam Alexis akan ditutup jika ia terpilih menjadi gubernur.

Anies Sindir Pemerintah DKI Yang Dinilai Kurang Tegas Terhadap Lapisan Menengah Ke Atas Yang Melanggar Aturan

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta

Anies mengatakan, tempat yang dikenal dengan pekerja seks dari mancanegara itu selama ini selalu lolos karena pembuat aturannya hanya diam.

“Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin,” ujar Anies di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).

Dalam debat kemarin, Jumat (13/1/2017), Anies menyinggung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tegas saat menggusur, tetapi urusan prostitusi di Alexis tidak.

“Untuk urusan pengusuran tegas. Tapi urusan prostitusi Alexis lemah,” kata Anies saat debat kandidat yang diadakan KPU DKI, Jumat (13/1/2017).

Anies kembali mengkritik petahana tidak memiliki ketegasan terhadap lapisan menengah ke atas yang melanggar aturan.

“Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?” kata Anies.

Baca juga : Anies Singgung Cara Plt Gubernur DKI Adakan Rapat Kerja Diatas Kereta

Sebelumnya, Anies menanggapi pertanyaan cawagub nomor satu Sylviana Murni yang menanyakan pendapatnya mengenai situasi keamanan di Jakarta yang disebutnya termasuk yang terburuk di antara kota-kota besar di dunia. Ia kemudian menyoroti maraknya kasus kriminalitas.

“Bapak sebagai seorang pendidik tentu punya kisi-kisi yang baik bagaimana supaya ketegangan sosial, kriminalitas tidak meningkat. Sehingga kita betul-betul pengen Jakarta ini nyaman, aman, tidak ada pelecehan dan nyaman untuk dihuni,” ucap Sylvi.

Menjawab Sylvi, Anies menyatatakan, seorang pemimpin haruslah orang yang bisa berdialog dengan semua kalangan.

“Damai bukan ditandai dengan ketiadaan kekerasan. Damai ditandai dengan adanya rasa keadilan,” ucap Anies.

Menurut Anies, ucapannya itu bukan sekadar teori. Namun, akan dipraktikkannya jika terpilih. Cara yang akan dilakukan adalah dengan penciptaan lapangan pekerjaan, serta adanya interaksi yang baik antar warga melalui kegiatan olahraga dan kesenian di kampung-kampung.

Dengan cara ini, ia yakin Jakarta menjadi kota yang hidup karena adnaya interaksi antar warga dari tingkat yang paling bawah.

“Jakarta bukan hanya milik mereka yang di atas. Tapi milik semua,” ucap Anies.
(Muspri-sisidunia.com)