Home » Sport » ‘Setan Merah’ Mulai Kantongi Kemenangan Beruntun, Liverpool Mulai Goyah

‘Setan Merah’ Mulai Kantongi Kemenangan Beruntun, Liverpool Mulai Goyah



Liverpool – Tak pernah sebelumnya sejak ditinggal Sir Alex Ferguson Manchester United menjalani tren sebaik ini. Laju oke ‘Setan Merah’ tak membuat Juergen Klopp gentar saat harus melawat ke Old Trafford.

'Setan Merah' Mulai Kantongi Kemenangan Beruntun, Liverpool Mulai Goyah

Ilustrasi MU VS Liverpool

MU saat ini sudah mengantongi sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Statistik mencatat kalau tidak pernah sebelumnya sejak 2008/2009 The Red Devils merangkai kemenangan beruntun sebanyak itu.

Kemenangan demi kemenangan yang didapat MU adalah kabar buruk buat Liverpool, yang pada Minggu (15/1/2017) malam WIB besok akan bertamu ke Old Trafford. Jika MU sedang oke-okenya, Liverpool justru mulai goyah. Mereka gagal menang di tiga pertandingan terakhir, termasuk tunduk 0-1 di tangan Southampton pada ajang Piala Liga Inggris di tengah pekan ini.

“Tidak ada yang perlu ditakuti. Apa yang membuat saya takut? Di momen ini, apapun bisa terjadi. Mungkin saja MU tidak berada di level terbaiknya pada Minggu nanti, tak ada yang tahu soal itu,” ucap Klopp tentang tren kedua klub yang berbeda.

“Saya tidak takut pada hal-hal semacam itu. Saya sudah menjalani banyak waktu di permainan ini untuk menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini saya 100% positif, benar-benar antusias menyambut pertandingan itu,” lanjutnya dikutip dari Guardian.

Baca juga : Bursa Transfer Pemain, Mourinho Serahkan Morgan Schneiderlin Ke Everton

Dalam tren yang kurang baik, Liverpool setidaknya akan bisa mengandalkan kembali Philippe Coutinho yang dijadwalkan akan melakukan comeback setelah absen sejak November. Kapten Jordan Henderson juga berpeluang kembali bermain setelah mengalami cedera tumit.

“Saya sudah mengalami banyak kekalahan dalam hidup saya, terutama sebagai pemain – sebagai manajer juga – yang membuat saya tahu kalau kekalahan bukanlah masalah. Bagaimana reaksi Anda terhadap hal itu (kekalahan) adalah masalahnya. Kami punya waktu empat hari untuk bereaksi setelah sebuah pertandingan yang buruk dan menjelang pertandingan yang sangat penting. Saya menyukainya.”

“Begitulah seharusnya sepakbola, Anda bisa bereaksi dengan secepatnya. Jadi mari berpikir soal bagaimana kami bereaksi, dan bukan berpikir bagaimana jika kami tidak bisa bereaksi (atas kekalahan),” tambahnya lagi.
(Muspri-sisidunia.com)