sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pilkada Semakin Dekat, Kapolri Menilai Tensi Politik Semakin Meninggi

Pilkada Semakin Dekat, Kapolri Menilai Tensi Politik Semakin Meninggi



Jakarta – Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian menyatakan, akan ada peningkatan tensi politik di sejumlah daerah jelang waktu Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 15 Februari mendatang. Tingginya tensi politik bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Pilkada Semakin Dekat, Kapolri Menilai Tensi Politik Semakin Meninggi

Kapolri Tito Karnavian

“Saat ini kita menghadapi situasi yang cukup rawan karena menjelang Pilkada. Dinamika politik semakin meningkat,” ujar Tito di Jakarta, Sabtu (14/1).

Tito mengatakan, tingginya intensitas politik terlihat dari banyaknya demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah. Demonstrasi tersebut bermuatan politik hingga sarat dengan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Oleh karena itu, Tito mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan kebebasan berekspresi yang disampaikan melalui demonstrasi. Dia menilai, penyalahgunaan itu dapat merusak prinsip demokrasi yang selama ini diterapkan.

“Demokrasi merupakan salah satu ciri khas kebebasan menyampaikan pendapat. Tapi tidak boleh dinodai dengan kegiatan yang inkonstitusional yang justru merusak nilai demokrasi itu sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Tito sempat menyebut isu persoalan dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia bagian timur.

Baca juga : Banser Jabar Sikapi Perselisihan Antara Massa GMBI dan FPI

Dia menyampaikan hal itu dalam forum komunikasi kepala daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri. Tito berkata, isu penistaan agama itu menyebar ke wilayah barat dan timur Indonesia.

“Di daerah barat banyak organisasi-organisasi berusaha membawa isu yang sensitif. Di timur, banyak yang mengaitkan itu dalam masalah keagaamaan,” ujar Tito.

Saat itu, Tito juga telah mengimbau para kepala daerah untuk segera meredam isu Ahok agar tidak terkontaminasi sentimen SARA tersebut. Ia menilai, jika tak segera dikendalikan, isu penodaan agama itu dapat memperburuk situasi keamanan.

Komisi Pemilihan Umum menetapkan pemilihan kepala daerah serentak pada 15 Februari. Pilkada itu diikuti oleh 101 daerah yang terdiri dari 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.

Pada Pilkada serentak 2017 terdapat 41.027.111 pemilih yang terdaftar dalam DPT. Mereka dapat menggunakan hak pilihnya mulai pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.
(Muspri-sisidunia.com)