sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » UEFA Lakukan Penilaian Dalam Segi Finansial, Ini Daftar Sembilan Klub Elite di Eropa

UEFA Lakukan Penilaian Dalam Segi Finansial, Ini Daftar Sembilan Klub Elite di Eropa



Jakarta – UEFA telah merilis daftar sembilan klub elite di Eropa. Dari sembilan klub tersebut, lima di antaranya merupakan tim Premier League.

UEFA Lakukan Penilaian Dalam Segi Finansial, Ini Daftar Sembilan Klub Elite di Eropa

Para pemain Manchester United rayakan gol Marcus Rashford

Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool adalah kelima klub Premier League yang masuk dalam jajaran sembilan klub elite Eropa. Sementara itu, empat lainnya adalah Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, dan Paris Saint Germain.

Sembilan klub tersebut termasuk ke dalam jajaran elite usai UEFA melakukan penilaian dalam segi finansial mereka.
Ada beberapa indikator yang menjadi landasan UEFA menyatakan mereka sebagai tim elite. Pengeluaran, pemasukan, hingga total gaji ke pemainnya, merupakan acuan utama.

Dari sektor gaji pemain, lima klub Premier League selalu mengeluarkan uang lebih dari £150 juta. Chelsea menjadi klub Premier League terboros dalam mengeluarkan gaji. Setidaknya, The Blues harus menggelontorkan £217 juta per tahun hanya untuk menghidupi pemain.

Sementara itu, dari segi pemasukan, Premier League masih menjadi raja. Jika dirata-rata, klub-klub Premier League menghasilkan uang £183,6 juta. MU menjadi klub yang paling banyak mendapat pemasukan. Uang sebesar £8,6 juta bisa mereka keruk setiap bulannya.

Baca juga : UEFA Dituntut Cabut Lima Gelar Liga Champions Real Madrid

Fenomena yang terjadi di Inggris bisa menjadi bumerang bagi sepakbola Eropa. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menilai hal ini bisa menjadi indikator bagi sponsor untuk menanamkan modalnya hanya di beberapa negara, terutama Inggris.

Dia khawatir fenomena tersebut terjadi dalam waktu dekat. Andai benar-benar terealisasi, kekuatan ekonomi sepakbola di Eropa menjadi tak seimbang.

“UEFA harus bertindak sangat waspada dan mencatat tren yang sedikit positif dari laporan seperti ini. Peningkatan nilai sponsor dan keuntungan komersial, harus kami amati dengan sangat baik serta hati-hati,” tutur Ceferin seperti dikutip Daily Mail.

“Situasi ini bisa membuka kondisi global untuk memperluas basis suporternya. Mereka bisa menarik massa lebih baik lewat social media, ketimbang melalui cara tradisional,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)